Tautan-tautan Akses

Kelompok 'Muslims for Trump' Bicara Pada Konvensi Partai Republik


Sajid Tarar, pendiri dan pemimpin kelompok “Muslims for Trump” berbicara pada Konvensi Nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio, Selasa (19/7).

Sajid Tarar, pendiri dan pemimpin kelompok “Muslims for Trump” berbicara pada Konvensi Nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio, Selasa (19/7).

Sajid Tarar, pendiri dan pemimpin kelompok “Muslims for Trump” memimpin doa pada Konvensi Nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio, Selasa (19/7).

Pendukung paling tidak mungkin bagi kandidat yang dulunya paling diragukan mendapat sorotan Selasa malam, sewaktu Sajid Tarar, pendiri dan pemimpin kelompok yang menamakan diri mereka Muslims for Trump memimpin doa pada Konvensi Nasional Partai Republik.

"Mari kita berdoa agar negara kita kembali berjaya,” kata Tarar kepada para delegasi konvensi itu beberapa jam setelah Donald Trump secara resmi memastikan diri meraih nominasi calon presiden Partai Republik.

Beberapa delegasi tampak khusyuk mengikuti doa sewaktu Tarar menyerukan agar Nabi Muhammad meminta Tuhan memberkati Donald Trump dan memberi Amerika Serikat pemimpin yang kuat.

Kelompok Tarar mengatakan, Donald Trump mengungkapkan kebenaran yang menyakitkan mengenai imigrasi dan terorisme, dan mengatakannya kepada komunitas Muslim dengan cara yang tidak bisa dilakukan orang lain.

Kejadian ini merupakan peristiwa yang tidak biasa dalam kampanye Trump yang kerap diwarnai pernyataan-pernyataan kontroversial mengenai ancaman terorisme dan imigrasi Muslim. Trump pernah mengatakan, “Islam membenci kita” dan mengusulkan agar pihak berwenang memonitor masjid-masjid di AS dan mendaftarkan semua Muslim dalam sebuah pangkalan data nasional.

Trump juga mengecam pesaingnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menyusul penembakan massal di Orlando, Florida, bulan lalu. "Kalau Hillary Clinton, setelah serangan ini, masih tidak bisa menyebutkan dua kata ‘radikal Islam’, ia harus mundur dari persaingan menjadi presiden, “ kata Trump. Clinton bersikeras menggunakan kata radikal Islamis, bukan radikal Islam, untuk lebih menggambarkan persoalan ideologi ketimbang agama.

Dengan telah terpilihnya secara resmi Donald Trump sebagai calon presiden, Konvensi Partai Republik di Cleveland, Ohio menghadirkan nama-nama besar partai itu dalam kampanye 2016 untuk menunjukkan bahwa Trump adalah pilihan yang lebih baik bagi Amerika Serikat ketimbang calon dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Gubernur Indiana Mike Pence memperoleh kesempatan untuk berbicara kurang dari sepekan setelah ia diumumkan sebagai calon wakil presiden pilihan Trump. Mantan ketua DPR Newt Gingrich, yang juga sempat dipertimbangkan sebagai calon wakil presiden, juga akan berbicara Rabu ini.

Para pesaing Trump dalam memperebutkan nominasi, termasuk mereka yang dengan tajam mengecam usulan-usulan kebijakan Trump dan sempat diolok-olok Trump, juga akan berpidato. Mereka termasuk Gubernur Wisconsin Scott Walker, Senator Florida Marco Rubio dan Senator Texas Ted Cruz.

Pada konvensi hari Selasa, Partai Republik menyampaikan kecaman utamanya terhadap Clinton dengan menggambarkan bahwa pencalonannya merupakan upaya mempertahankan kebijakan-kebijakan Presiden Barack Obama yang gagal dan menyebutnya sebagai pembohong yang menempatkan negara dalam bahaya karena menggunakan server email pribadi.

Ketua DPR Paul Ryan menuduh Partai Demokrat secara konstan memecah belah rakyat dan dengan sengaja mengadu domba sebuah kelompok dengan kelompok lainnya.

Kubu Clinton bersikap vokal sepanjang konvensi Selasa malam, dengan terus menerus mengeluarkan pernyataan dan memposkan pesan twitter yang menanggapi setiap pembicara utama. [ab/as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG