Tautan-tautan Akses

AS

Muslim AS di California Undang Warga Lain Datang ke Masjid

  • Elizabeth Lee

Sebuah masjid di kota Los Angeles, California didatangi oleh warga AS lainnya dalam 'Mosque Open Day' yang ingin tahu lebih banyak tentang Islam (27/10).

Sebuah masjid di kota Los Angeles, California didatangi oleh warga AS lainnya dalam 'Mosque Open Day' yang ingin tahu lebih banyak tentang Islam (27/10).

Hari Minggu (27/10), masjid-masjid mulai dari San Diego hingga Los Angeles di negara bagian California, AS mengajak siapa saja, dari agama apa pun, untuk datang dalam acara 'Mosque Open Day'.

Acara tahunan Mosque Open Day, yang tahun ini merupakan acara ke-12, diadakan dan disponsori oleh Dewan Syura Islam California Selatan. Acara ini diadakan untuk menghilangkan stereotipe Muslim dan Islamophobia yang masih ada di Amerika lebih dari 10 tahun setelah serangan teroris11 September 2001.

Hari Minggu (28/10), ketika umat Kristen datang ke gereja, umat Islam mengundang masyarakat untuk datang ke tempat ibadah mereka guna melihat dari dekat dan mencari tahu.

Ahmed Asim Buyuksoy, Direktur Urusan Agama pada Islamic Center of Southern California, menjelaskan, "Tujuan Open Mosque Day ini adalah memperkenalkan diri dan komunitas kami, serta agama dan budaya kami kepada saudara-saudara kami dari berbagai agama dan latar-belakang."

Glorianna Pionati mendengar tentang Open Mosque Day dari gerejanya dan datang berkunjung. "Saya tidak tahu apa yang akan saya temui, tetapi saya sangat senang melihat orang-orang menyambut baik, dan benar-benar ramah, wajah-wajah mereka tersenyum menyenangkan," katanya.

Seorang pengunjung lainnya, yang mengaku bernama Steve datang dengan satu tujuan.

"Saya hanya ingin membahas beberapa kejahatan yang banyak terdapat dalam Islam. Quran, nyatanya, memberi pembenaran, malah melakukan pengudusan kebencian, kekerasan dan pembunuhan," ujar Steve.

Amaani Syams, seorang Muslim Amerika mengatakan, "Ketidaktahuan ini masih ada dan itu sangat disayangkan. Menurut saya, orang Amerika secara keseluruhan terus tumbuh dalam pemahaman mereka mengenai ajaran Islam dan manusia yang mengidentifikasi diri sebagai Muslim, tetapi kami masih mendapati orang-orang yang mendorong kebencian terhadap komunitas Muslim."

Mahmoud Abdel Baset mengatakan Islamophobia di kalangan sebagian orang Amerika dihidupkan terus oleh media.

Baset mengatakan, "Mereka dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat di media umum. Dan terdapat banyak salah informasi. Terdapat banyak stereotipe. Ini menjadi beban bagi kami untuk menampilkan diri kami apa adanya, bukan apa pendapat orang tentang kami."

Anggota Islamic Center of Southern California Saleh Kholaki mengatakan warga Muslim Amerika memiliki ideologi Islam moderat dan berbeda dari Muslim yang lebih ekstrem di beberapa negara lain. Ia mengatakan lebih banyak terdapat kesamaan daripada perbedaan antara Muslim dan non-Muslim di Amerika.

Muslim, seperti dikatakan Kholaki, berharap dialog dan acara seperti Open Mosque Day akan memberi lebih banyak pemahaman dan menghilangkan kesalahpahaman tentang apa artinya menjadi Muslim di Amerika.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG