Tautan-tautan Akses

AS

Muslim AS Berbisnis Kartu dan Hadiah Lebaran

  • Leonard Triyono

Kartu Lebaran yang dijual di Pakistan. (Foto: Ilustrasi)

Kartu Lebaran yang dijual di Pakistan. (Foto: Ilustrasi)

Seorang perempuan Muslim berusaha memanfaatkan peluang komersial bagi keluarga-keluarga Muslim yang membesarkan anak-anak di Amerika.

Ramadan tidak saja meningkatkan kegiatan ibadah kaum Muslim dengan berpuasa, beramal, tarawih dan sholat berjamaah, tetapi bulan suci ini juga membawa keuntungan tersendiri bagi berbagai bisnis dengan target konsumen Muslim.

Raana Smith adalah salah seorang yang jeli melihat peluang bisnis yang terbuka lebar itu di kalangan Muslim di Amerika. Ia membuka bisnis penjualan kartu dan hadiah Lebaran.

Seperti dilansir oleh huffingtonpost.com, sebagai anak yang dibesarkan di lingkungan yang sebagian besar penduduknya beragama Kristen di Virginia selatan pada 1970-an dan 1980-an, Raana Smith melihat adanya “kekurangan” selama hari-hari besar agama Islam.

Sementara teman-teman sebayanya bergembira ria dengan kegiatan mencari telur saat Paskah dan mendapati berbagai hadiah di bawah pohon natal setiap Desember, tradisi keluarga Muslim Raana berbeda dan tidak bisa serta merta diejawantahkan ke dalam bentuk barang-barang mainan yang lebih mudah dimengerti oleh anak-anak.

Kini, ibu berusia 39 tahun dengan tiga anak itu berusaha mengisi apa yang dilihatnya sebagai sebuah peluang komersial bagi keluarga-keluarga Muslim yang membesarkan anak-anak di Amerika.

Menjelang dan selama bulan suci Ramadan, Silver Envelope, bisnis milik Raana yang bergerak dalam bidang penjualan hadiah dan kartu Islami, sibuk menyiapkan pengiriman banyak pesanan barang-barang terkait Ramadan dan Idul Fitri sebelum hari raya tiba.

Raana Smith menjual berbagai barang secara online melalui website www.silverenvelope.com dengan harga beragam. Misalnya, sebuah paket hias Ramadan diberi harga US$8,50, dan sebuah kotak hitungan mundur Ramadan, "Rockets 'n' Robot Ramadan Countdown" (dengan konsep mirip hitungan mundur masa advent sebelum Natal) dipatok dengan harga $15. Sementara mereka yang berkantong tebal bisa memesan mainan moon-sighting bundle (yakni alat permainan untuk melihat munculnya bulan baru) yang bertarif $69,95.

Peluang bisnis di Amerika yang berkaitan dengan ajaran agama Islam memang semakin terbuka dan para pelakunya meraup keuntungan besar selama Ramadan, seiring dengan semakin menguatnya daya beli umat Islam di negara Paman Sam ini.

Konsumsi kurma, misalnya, meningkat drastis selama Ramadan sebagai makanan khas untuk berbuka puasa seperti dicontohkan sendiri oleh Nabi Muhammad. Demikian pula konsumsi makanan halal, yang menurut Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA) – sebuah lembaga nirlaba pemberi sertifikat halal – meningkat tajam selama Ramadan dan Idul Fitri.

Lembaga riset Pew di Washington, D.C. meramalkan bahwa populasi Muslim yang kini berjumlah sekitar 2,6 juta orang akan meningkat 100 persen dalam dua dekade mendatang.

Pertambahan pesat jumlah Muslim di Amerika ini juga membuka berbagai peluang usaha terkait agama Islam. Toko-toko daging halal dan sekolah minggu Islam untuk anak-anak Muslim adalah jenis-jenis usaha yang tidak asing lagi selama ini. Seiring dengan semakin besarnya komunitas Muslim, perusahaan-perusahaan baru terkait agama Islam mulai bermunculan untuk memenuhi permintaan pasar yang berbeda, mulai dari busana Muslim, musik dan rias wajah sampai mainan anak-anak, makanan kemas beku dan buku masak.
XS
SM
MD
LG