Tautan-tautan Akses

Muslim AS Adakan Lomba Fotografi Kerukunan Beragama

  • Leonard Triyono

Muslim AS menyelenggarakan acara yang mempererat kerukunan beragama selama bulan Ramadan, seperti mengundang berbuka puasa ummat non muslim (foto: ilustrasi).

Muslim AS menyelenggarakan acara yang mempererat kerukunan beragama selama bulan Ramadan, seperti mengundang berbuka puasa ummat non muslim (foto: ilustrasi).

Komunitas Muslim di lembah Fresno, negara bagian California, AS mengadakan acara kreatif lomba fotografi untuk menunjukkan persatuan antar-umat beragama dan semangat bulan suci Ramadan.

Umat Islam di Amerika menjalankan ibadah puasa selama bulan suci Ramadan dengan berbagai cara unik.

Selama bulan suci Ramadan Pusat Kebudayaan Islam di Fresno, California sibuk dengan serangkaian acara yang mempertemukan umat Islam serta menyatukan mereka dengan warga non-Muslim di daerah itu. Seperti dikatakan oleh pemimpin Pusat itu, Imam Seyed Ali Ghazvini, semua kegiatan menitikberatkan pentingnya bergantung pada Tuhan dan beramal kepada sesama.

Salah satu acara unik dari serangkaian kegiatan itu berupa sayembara fotografi dengan berbagai tema, termasuk keyakinan Islam, hormat kepada berbagai agama lain serta para pemeluknya, budaya Islam, dan persatuan serta keberagaman umat Islam.

Seyed Ali Ghazvini, lulusan Universitas Teheran tahun 1990 dalam studi ilmu politik dan penyandang sertifikat Teologi Islam dari Sekolah Tinggi Ilmu Kalam Qum, Iran, menjabat sebagai imam Pusat Kebudayaan Islam Fresno sejak tahun 2004.

Dia fasih berbahasa Arab, Farsi dan Inggris, dan tidak saja aktif dalam berbagai organisasi di Amerika tetapi juga di luar negeri, termasuk menjadi anggota dewan penyantun Universitas Ahlul Bait di Karbala, Irak. Imam Ghazvini juga pernah berpartisipasi dalam lebih dari 35 konferensi berskala nasional dan internasional, termasuk sebuah simposium di Jakarta, mengenai Islam dan Timur Tengah.

Selain memimpin sholat Jumat di Mesjid atau Pusat Kebudayaan Islam itu, Imam Ghazvini juga seorang penggalak dialog antar umat beragama dan kerjasama untuk melindungi keluarga, lingkungan, dan kesadaran perdamaian.

Mengenai salah satu kegiatan selama Ramadan, menurut Imam Ghazvini sayembara fotografi tahun lalu diminati oleh puluhan orang. Menurutnya, foto tidak memerlukan kata-kata dan merupakan bahasa yang mudah dimengerti secara global dan setiap orang dapat memahami serta menghargainya.

Seperti dilansir oleh FreesBee.com, empat foto dipilih sebagai pemenang dalam kontes tahun lalu. Salah satu foto pemenang sayembara itu bisa menjadi bukti dukungannya yang kuat terhadap upaya menggalakkan kerukunan dan dialog antar umat beragama. Dalam foto itu Imam Ghazvini terlihat berjabat tangan dengan Uskup Armando X. Ochoa dari Keuskupan Gereja Katolik di Fresno. Menurutnya, ketika foto itu diambil, Uskup Ochoa baru beberapa bulan bertugas di Fresno. Pendahulunya, Uskup John Steinbeck hadir secara rutin dalam acara-acara selama Ramadan. Menurut Imam Ghazvini, Uskup Ochoa meneruskan tradisi itu. Seperti dilansir oleh FresnoBee.Com, Imam Ghazvini menekankan pentingnya pemahaman bahwa Islam mengajar umatnya agar menghormati berbagai agama dan kepercayaan lain.

Imam Ghazvini juga menyatakan pentingnya ajaran Islam untuk bersedekah, seperti ditunjukkan oleh pemenang lomba foto lainnya di mana seorang bocah berusia delapan tahun memasukkan uang ke dalam kota amal di Pusat itu.

Pemenang lomba foto lainnya adalah tentang keterlibatan seorang anak perempuan sebagai anggota Pusat Kebudayaan Islam Fresno. Dalam foto itu ia menunjukkan kekhusukannya dalam beribadah.

Pemenang lomba foto ke-empat adalah seorang bocah berusia 11 tahun yang mengambil foto neneknya yang sedang mencium tangan sang adik yang berusia sembilan tahun. Hal ini merupakan wujud budaya yang mengajarkan anggota keluarga Muslim saling memberikan salam dengan mencium tangan.

Menurut Seyed Ali Ghazvini, Ramadan merupakan bulan yang sangat sibuk baginya di Pusat Kebudayaan Islam itu. Anggota yang jarang terlihat pada bulan-bulan lain biasanya aktif mengikuti berbagai kegiatan selama Ramadan.

Mengakhiri pembicaraan per telepon dengan Leonard Triyono dari VOA, Imam Ghazvini menyampaikan salam untuk segenap pendengar di Indonesia seraya mengatakan, “agama kita mengajarkan toleransi, perhatian, dan cinta kasih.

Khususnya Ramadan adalah bulan penuh toleransi, persahabatan, dan uluran tangan kepada sesama, dan memperlakukan sesama dengan hormat dan martabat.” Pesan saya, ujarnya, “terus pertahankan sifat-sifat luhur bangsa Indonesia yang ramah tamah, murah hati, serta baik budi, dan terus tunjukkan toleransi kepada sesama, dari kepercayaan apa pun.”
XS
SM
MD
LG