Tautan-tautan Akses

Musisi Punk Rusia Pussy Riot akan Perjuangkan Hak Narapidana


Anggota musisi Pussy Riot Nadezhda Tolokonnikova (kanan) dan Maria Alekhina dalam konferensi pers mereka di Moskow, Rusia, 27/12/2013.

Anggota musisi Pussy Riot Nadezhda Tolokonnikova (kanan) dan Maria Alekhina dalam konferensi pers mereka di Moskow, Rusia, 27/12/2013.

Para anggota band punk Rusia, Pussy Riot, yang dibebaskan berencana melanjutkan aktivitas politik mereka, khususnya untuk memperjuangkan hak-hak para tahanan di Rusia.

Para anggota band punk Rusia, Pussy Riot, yang dibebaskan pekan ini setelah dua tahun ditahan, mengatakan, mereka berencana melanjutkan aktivitas mereka namun akan memfokuskan pada masalah HAM – khususnya hak-hak para tahanan.

Maria Alyokhina dan Nadezhda Tolokonnikova berbicara kepada para wartawan dalam sebuah konferensi pers di Moskow, yang pertama sejak dibebaskan dari penjara sebelumnya pekan ini.

Alyokhina mengatakan, kondisi penjara harus diperbaiki. Ia mengatakan, para tahanan sering kesulitan mendapat pekerjaan setelah dibebaskan. Ia juga menambahkan para aktivis adalah pihak yang dapat membantu menurunkan angka kejahatan, karena, menurutnya, pihak berwenang tidak akan melakukannya.

Tolokonnikova menambahkan ia dan rekannya sedang memulai proyek HAM yang rencananya akan didanai lewat kontribusi individu dari komunitas online.

Tolokonnikova mengatakan, mereka juga berharap bisa bekerjasama dengan taipan minyak sekaligus pengecam Kremlin Mikhail Khodorkovsky, yang juga dibebaskan baru-baru ini setelah satu dekade dipenjara. Namun menurutnya, yang mereka lebih inginkan dari Khodorskovsky adalah kerjasama ideologi dan bukan uangnya. Ia mengatakan mereka tidak berencana meminta pihak-pihak tertentu untuk memberi bantuan keuangan.
XS
SM
MD
LG