Tautan-tautan Akses

Musim Libur Akhir Tahun, Pantai Mombasa Sepi Pengunjung

  • Mohammed Yusuf

Wisatawan lokal terlihat bersantai di pantai Mombasa, Kenya, 30 Agustus 2012 (Foto: dok). Tahun ini arus wisatawan menurun tajam karena tidak aman akibat serangan teror militan Somalia.

Wisatawan lokal terlihat bersantai di pantai Mombasa, Kenya, 30 Agustus 2012 (Foto: dok). Tahun ini arus wisatawan menurun tajam karena tidak aman akibat serangan teror militan Somalia.

Kawasan pantai di Mombasa, Kenya yang sangat populer sebagai tujuan wisata pada musim libur, kali ini mengalami penurunan jumlah wisatawan karena tidak aman akibat serangkaian serangan teror militan Somalia.

Ini musim libur. Pada saat seperti ini biasanya pantai-pantai Kenya selalu ramai. Tetapi tidak tahun ini. Di Mombasa hanya ada beberapa orang yang datang ke pantai sementara ribuan wisatawan yang biasanya berkunjung justru menghindari kota pesisir itu.

Abdallah Omar yang menjual pakaian renang mengatakan bisnisnya turun karena para wisatawan takut datang ke sana.

Menurut Abdallah Omar, yang selama bertahun-tahun berdagang di sana, usahanya belum pernah seburuk ini. Enam tahun terakhir, bisnisnya lumayan baik. Tetapi tahun ini, katanya, ia mungkin tidak bisa membiayai anak-anaknya bersekolah.

Mombasa telah dilanda gelombang serangan kekerasan dan pembunuhan ulama dan tersangka pelaku teror.

Tahun lalu polisi dua kali menyerang masjid Musa di lingkungan pemukiman kumuh Majengo dan menutup untuk sementara masjid itu dan tiga masjid lainnya.

Pihak berwenang menuduh pemimpin-pemimpin masjid di Mombasa telah memicu radikalisasi anak-anak muda atau merekrut mereka untuk menjadi anggota kelompok teroris al-Shabab yang telah berulangkali menyerang Kenya dalam beberapa tahun ini.

Polisi Mombasa mengatakan ada peningkatan serangan terhadap warga sipil, pegawai pemerintah dan ulama-ulama moderat oleh anak-anak muda yang telah menjadi radikal itu.

Situasi tersebut telah mendorong negara-negara Barat mengeluarkan peringatan perjalanan pada warga negaranya. Pejabat-pejabat wisata memperkirakan sejauh ini kerugian akibat larangan itu mencapai empat juta dolar.

Brian, wisatawan asal Jerman, mengatakan ia tahu tentang peringatan teror itu tetapi ia tetap merasa aman.

“Saya mengetahui tentang peringatan perjalanan itu ketika saya menghubungi kedutaan. Mereka mengatakan telah meningkatkan peringatan tentang keamanan tapi saya berusaha tidak takut akan hal itu," kata Brian.

Sementara Alfred Mwenda, pemilik toko kaca mata di Mombasa, mengatakan orang cenderung mengira Mombasa sama seperti kawasan pesisir Lamu yang kerap dilanda serangan mematikan al-Shabab.

Mwenda mengatakan wisatawan yang datang dari Nairobi, jika mendengar tentang Mombasa atau Lamu, selalu menyamakannya dengan serangan teror dan kematian. Mereka mengira Mombasa adalah Lamu. Mereka umumnya tidak tahu bahwa Lamu berbeda dengan Mombasa.

Para pebisnis dan pemilik hotel di sepanjang pesisir itu berharap Tahun Baru akan membawa ketenangan dan para wisatawan akan datang lagi.

XS
SM
MD
LG