Tautan-tautan Akses

AS

Museum Smithsonian di Ibukota AS Larang 'Tongsis'


Tidak seperti di Indonesia, 'selfie stick' atau 'tongsis' baru populer di kalangan warga Amerika dalam beberapa bulan terakhir.

Tidak seperti di Indonesia, 'selfie stick' atau 'tongsis' baru populer di kalangan warga Amerika dalam beberapa bulan terakhir.

Jutaan pengunjung museum di Washington, D.C., tidak akan dapat lagi mengambil foto bersama kerangka dinosaurus T-rex menggunakan 'selfie stick' alias 'tongsis.'

Institut Smithsonian pada hari Selasa mengumumkan larangan menggunakan tongsis (tongkat narsis) di kompleks museumnya, yang merupakan terbesar di dunia, dengan alasan perlunya melindungi para pengunjung dan obyek-obyek di museum terutama di saat museum padat dikunjungi.

"Kami mengajak para pengunjung museum untuk mengambil selfie dan berbagai pengalaman mereka, namun tidak mengeluarkan tongsis dari tas mereka," ujar pernyataan yang dikeluarkan Smithsonian.

Larangan serupa sudah diterapkan di museum-museum lainnya, termasuk di antaranya Metropolitan Museum of Art (MET) di New York. Ini merupakan perubahan pertama pada peraturan Smithsonian dalam beberapa tahun terakhir, di tengah menanjaknya jumlah pengungung yang ingin mengambil selfie lebih bagus dengan menggunakan tongkat.

"Belum ada perubahan serupa dengan ini," ujar juru bicara Smithsonian, John Gibbons. "Saya rasa 10 tahun lalu kita tidak dapat memprediksi keberadaan (selfie stick), apalagi mengira ini akan sangat populer."

Gibbons mengatakan perubahan pada peraturan ini tidak dipicu oleh insiden tertentu, tapi dimaksudkan untuk mencegah sebelum terjadi insiden. Sebelumnya, Smithsonian sudah melarang penggunaan tripod, monopod dan tas ransel besar di kompleksnya. Kompleks Smithsonian di jantung kota Washington, D.C., terdiri dari 19 museum dan galeri, sebuah Taman Zoologi Nasional (kebun binatang) dan sembilan pusat riset. Tahun lalu, Smithsonian mencatat tak kurang dari 28 juta pengunjung.

XS
SM
MD
LG