Tautan-tautan Akses

Museum Radyapustaka Solo Kembali Dibuka untuk Umum

  • Yudha Satriawan

Vas keramik dari Napoleon, koleksi Masterpiece Museum Radyapustaka, Solo (Foto: VOA/Yudha Satriawan)

Vas keramik dari Napoleon, koleksi Masterpiece Museum Radyapustaka, Solo (Foto: VOA/Yudha Satriawan)

Setelah menjalani renovasi dan penataan ulang koleksi selama setengah tahun, Museum Radyapustaka Solo kembali dibuka untuk umum.

Museum Radyapustaka Solo yang pernah populer karena pencurian dan pemalsuan arca kuno, berbenah untuk membuat museum lebih menarik dengan penjagaan lebih ketat.

Pemerintah kota Solo meresmikan pembukaan kembali museum Radyapustaka Solo hari ini, Selasa (15/4). Walikota Solo, Hadi Rudyatmo berharap pembenahan Museum ini akan menarik minat para wisatawan. Bahkan Rudy menegaskan akan membuat aturan berkunjung ke Museum secara berkala bagi para pelajar dan anak-anak di Solo.

“Setelah museum Radypustaka ini dibuka, kami berharap masyarakat atau wisatawan yang berkunjung ke Solo, berkunjung ke Museum yang sempat ditutup selama setengah tahun. Mulai hari ini Museum kembali dibuka untuk umum," kata Hadi Rudyatmo.

"Museum ini hanya libur hari Senin, kalau Hari libur Nasional tetap buka. Semoga banyak pengunjung yang datang ke Museum ini. Sewaktu kecil dulu, setiap pekan ada kunjungan ke museum dan tempat lain bersejarah di Solo. Saya akan buat aturan ini, kunjungan ke Museum dan cagar budaya di Solo bagi pelajar dan anak-anak sekolah. Biar mereka tahu sejarah masyarakat kota ini,” lanjut Walikota Solo, Hadi Rudyatmo.

Ketua Pengelola Museum Radyapustaka Solo, Purnomo Subagyo mengatakan penataan koleksi museum belum seluruhnya selesai. Menurut Purnomo, pengelola Museum Radyapustaka belum memajang ribuan naskah kuno yang tersimpan di Museum ini.

“Kita sudah pasang CCTV di semua ruangan, teralis besi di jendela dan pintu Museum sudah terpasang. Saat ini, kami juga sedang mengajukan anggaran untuk penambahan satpam dan pemasangan alarm di semua pintu. Jadi semua pintu Museum ada alarmnya. Total kamera CCTV kami ada 16 lokasi di semua kompleks Museum, kamera CCTV itu berfungsi bagus,” kata Purnomo Subagyo.

Johnny Adams, turis backpaker asal Kanada, tampak mengamati satu per satu koleksi Museum Radyapustaka Solo di ruangan arca kuno perunggu, Selasa siang (15/4). Turis asing tersebut menjadi pengunjung pertama Museum Radyapustaka Solo yang dibuka kembali mulai hari ini, setelah direnovasi dan ditata ulang selama setengah tahun lalu.

Johnny merasa Museum ini koleksinya menggambarkan sejarah peradaban masyarakat Solo. Johnny mengaku baru pertama kali datang ke Solo maupun ke Indonesia.

“Saya berkunjung dan berkeliling di Solo hari ini. Saya ingin datang ke Museum dan menemukan Museum ini dan ternyata menjadi hari spesial bagi saya. Penataan Museum ini sangat bagus, ada iringan musik tradisional Jawa dan koleksi museum ini, bagi saya menggambarkan sejarah pedaraban masyarakat di Solo. Ada kepingan sejarah yang terangkai, koleksi arca yang bagus, sangat detail, dan senjata tajam tradisional yang dipajang juga sangat indah bentuknya,” kata Jognny.

Museum Radyapustaka menjadi ikon pariwisata di Solo. Museum ini populer akibat kasus pencurian dan pemalsuan 9 arca kuno dari batu peninggalan abad ke 7 yang terjadi akhir tahun 2007 lalu. Kasus terungkap dan ternyata para pelaku antara lain Kepala Museum Radyapaustaka, Satpam Museum, hingga kolektor benda kuno.

Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala atau BP3 Jawa Tengah langsung menginventarisasi ribuan koleksi Museum ini dan hasilnya menyatakan lebih dari 60 persen benda koleksi Museum ini ternyata palsu, antara lain koleksi arca perunggu, arca batu, keramik, kristal, dan sebagainya. Masterpiece Museum ini yaitu Vas Keramik dari Napoleon Bonaparte yang juga diindikasikan palsu. Data BP3 Jawa tengah saat itu menyatakan ada lebih dari 13 ribu koleksi Museum Radyapustaka Solo.
XS
SM
MD
LG