Tautan-tautan Akses

Museum Natal Bangkitkan Kenangan Natal Masa Lalu


Lima ratus boneka Sinterklas dipajang tersebar di museum tersebut, termasuk bengkel kerja Kutub Utara ini dan Natal di seluruh dunia.
Lima ratus boneka Sinterklas dipajang tersebar di museum tersebut, termasuk bengkel kerja Kutub Utara ini dan Natal di seluruh dunia.

Sebuah museum bernama National Christmas Center atau “Pusat Natal Nasional” di Paradise, Pennsylvania membangkitkan sukacita dan kenangan Natal masa lalu. Satu-satunya museum Natal di dunia ini penuh dengan mainan dan ornamen dari masa lalu.

National Christmas Center adalah sebuah museum yang memamerkan ribuan barang nostalgia yang mencerminkan semangat Natal. Misalnya, satu ruangan di museum itu menampilkan berbagai mainan indah dari masa ke masa. Lindsay Hallman mengunjungi museum itu bersama anak-anaknya.

“Saya senang melihat berbagai mainan yang berbeda. Ini jelas membawa saya kembali ke masa ketika saya masih kanak-kanak, yakni kegembiraan Natal,” ujarnya.

Mainan tua itu merupakan barang baru bagi anak Lindsay bernama Brody Bohannon, yang juga sangat gembira dan antusias. “Ada banyak sekali lampu Natal dan banyak jenis pohon Natal juga dipasang di sini,” kata Bohannon.

Lima ratus boneka Sinterklas dipajang tersebar di seluruh museum itu, dan juga pameran Natal di seluruh dunia.

Sekitar tiga perempat koleksi benda-benda di museum itu disumbangkan oleh Jim Morrison yang mulai mengumpulkan semua benda Natal sejak masa kanak-kanaknya.

Misalnya, di antara benda-benda itu adalah sebuah kereta api mini, seperti diterangkan oleh Jim Morrison, yang kini menjabat sebagai kurator museum itu. “Ada kereta api kecil yang diberikan oleh bibi saya ketika saya berusia tiga tahun,“ ujar Morrison.

Kini berusia 70-an, Jim Morison menyumbangkan koleksi berharga tersebut untuk dipamerkan di museum itu karena menurutnya dia ingin berbagai kecintaannya pada Natal dengan orang lain.

Kurator Museum Natal, Jim Morrison, yang kini berusia 70-an, menyumbangkan koleksi berharga tersebut untuk dipamerkan di museum itu karena menurutnya dia ingin berbagai kecintaannya pada Natal dengan orang lain.
Kurator Museum Natal, Jim Morrison, yang kini berusia 70-an, menyumbangkan koleksi berharga tersebut untuk dipamerkan di museum itu karena menurutnya dia ingin berbagai kecintaannya pada Natal dengan orang lain.

“Natal mengalami perubahan di Amerika. Saya lebih menyukai cara lama ketika saya masih kecil. Jadi kami membangun ini melalui imajinasi anak. Semua hal-hal khusus seperti menyanyikan lagu-lagu Natal dari rumah ke rumah, dan pohon Natal merupakan kenangan dari generasi ke generasi,” kata Jim.

Para pengunjung museum itu terutama terkesan oleh miniatur toko serba ada Woolworth, sebuah rantai ritel pertama di Amerika yang menjual barang-barang buatan pabrik dengan harga murah. Selama lebih dari satu abad, mulai beroperasi pada akhir tahun 1800-an, Woolworth adalah tempat untuk membeli hadiah berupa mainan dan barang-barang dekorasi Natal.

Judy Smith, seorang pengunjung, mengungkapkan kenangannya mengenai toserba itu, “Saya ingat pergi ke sana bersama Ibu ketika kami masih kanak-kanak dan membeli berbagai mainan dan boneka.”

Kaum muda dan mereka yang merasa muda di hati dapat berjalan seakan-akan menyusuri Tudor Towne, sebuah desa imajiner berdasarkan sebuah buku tentang desa tua di Inggris, di mana hewan pun seakan ikut merasakan semangat Natal.

Toyland Train Mountain, sebuah miniatur pegunungan menampilkan kereta listrik mini yang berkeliling melalui desa-desa dan kota-kota. Pameran itu mengingatkan versi kereta mainan yang lebih kecil yang sering dipajang di bawah pohon Natal.

Morrison mengatakan dia terutama menginginkan agar para pengunjung ingat akan makna Natal, yakni untuk merayakan kelahiran Yesus. Oleh karenanya museum itu memamerkan banyak koleksi pemandangan tempat kelahiran Yesus di kandang Bethlehem. “Kami memamerkan kandang Bethlehem dari banyak negara, termasuk dari China, Jepang, Korea, Estonia, Rusia, dan negara-negara Afrika,” tambahnya.

Bagi pengunjung yang lebih tua, benda-benda Natal itu seakan membawa mereka kembali menjadi anak-anak, dan bagi anak-anak, koleksi itu memperlihatkan sukacita Natal sebelum mereka lahir. [lt/my]

XS
SM
MD
LG