Tautan-tautan Akses

Museum Guggenheim Pasang Toilet Emas


Museum Guggenheim di New York telah memasang toilet emas 18 karat yang bisa digunakan pengunjung. (Foto: Guggenheim)

Museum Guggenheim di New York telah memasang toilet emas 18 karat yang bisa digunakan pengunjung. (Foto: Guggenheim)

Pameran di Guggenheim tersebut menunjukkan benda seni yang berlebihan, tapi sekaligus menunjukkan impian orang Amerika tentang apa yang bisa dicapai, kalau mau.

Sebuah museum di kota New York mengundang pengunjungnya untuk duduk di singgasana emas, tapi harus melakukannya tanpa dilihat orang lain.

Artis Italia Maurizio Cattelan mengganti sebuah toilet yang ada di kamar kecil lantai empat Museum Guggenheim yang terkenal itu, dengan toilet yang terbuat sepenuhnya dari emas 18 karat.

Pengunjung boleh menggunakan toilet itu seperti toilet biasa yang terdapat di mana-mana.

Ini adalah “obyek seni” pertama buatan Cattelan yang dipamerkan sejak tahun 2011, juga di Guggenheim.

Menurut brosur di laman museum, “pameran ini menunjukkan benda seni yang berlebihan, tapi sekaligus menunjukkan impian orang Amerika tentang apa yang bisa dicapai, kalau mau.”

Dalam upacara pembukaan yang dihadiri wartawan, Cattelan mengatakan, “apa pun yang kita makan, apakah itu makan siang bernilai US$200 atau hotdog yang dijual dengan harga $2, hasilnya sama saja, masuk ke toilet.”

Nathan Otterson, konservator senior benda-benda seni dalam museum itu ditanya apakah ada cara-cara khusus untuk menjaga benda seni itu supaya tetap bersih dan berkilat?

“Ada petugas kebersihan yang datang tiap 15 menit untuk membersihkannya dengan tisu khusus, seperti yang dipakai dalam bidang medis. Kami juga akan menggunakan alat pembersih dengan uap secara berkala,” tambahnya.

Maurizio Cattelan membuat patung Paus Yohanes II tahun 1999, yang menunjukkan pemimpin gereja Katolik itu terbaring di lantai dengan pakaian kepausan lengkap, setelah ditimpa sebuah batu meteor. Patung itu laku terjual dengan harga $886.000 dollar. [isa/sp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG