Tautan-tautan Akses

Museum di AS akan Jual Lebih Banyak Cinderamata Buatan Amerika


National Museum of American History di ibukota, Washington, mendapat protes karena menjual lebih banyak tanda mata produksi Tiongkok.

National Museum of American History di ibukota, Washington, mendapat protes karena menjual lebih banyak tanda mata produksi Tiongkok.

Setelah muncul keberatan dari dua anggota Kongres, Museum of American History memutuskan untuk menjual cenderamata kepresidenan buatan AS.

Sebuah museum sejarah Amerika di Washington telah memutuskan untuk menjual lebih banyak cenderamata buatan Amerika setelah dua politisi Amerika mengeluh terlalu banyak produk di museum tersebut dibuat di Tiongkok.

Di National Museum of American History, wisatawan bisa melihat aneka rupa artefak dan barang-barang untuk mengenang 235 tahun sejarah Amerika. Seragam militer yang dipakai presiden pertama Amerika, George Washington ada di sana. Demikian juga alat pertanian tua dari masa agraris Amerika dan versi awal dari produk teknologi maju zaman sekarang.

Museum yang sebagian besar dananya didapat dari pemerintah federal, menjual macam-macam produk di kios museum itu, termasuk pakaian, boneka dan buku-buku. Namun, Senator Bernie Sanders dari Vermont dan anggota Kongres Nick Rahall dari West Virginia keberatan setelah menemukan berbagai produk tersebut buatan Tiongkok, di antaranya, terdapat patung mini presiden-presiden Amerika.

Rahall mengatakan ini benar-benar penghinaan karena cenderamata dari pahlawan-pahlawan Amerika itu dibuat di Tiongkok dan dijual di Museum of American History. Sanders mengatakan hal tersebut sangat menyedihkan.

Museum of American History mengatakan pihaknya akan menjual produk buatan Amerika kapan saja memungkinkan, namun mengingatkan beberapa dari barang-barang yang dijual hanya dibuat di luar negeri. Kini, setelah protes dari politisi, mulai awal Juli ini, cenderamata kepresidenan adalah buatan Amerika.

XS
SM
MD
LG