Tautan-tautan Akses

Murdoch: Secara Pribadi Tak Bertanggung Jawab atas Skandal Penyadapan


James Murdoch (kiri) bersama ayahnya, Rupert Murdoch saat memberikan keterangan di depan komisi penyelidik parlemen Inggris di London (19/7).

James Murdoch (kiri) bersama ayahnya, Rupert Murdoch saat memberikan keterangan di depan komisi penyelidik parlemen Inggris di London (19/7).

Rupert Murdoch, 80 tahun, menjawab pertanyaan-pertanyaan komisi penyelidik parlemen Inggris bersama puteranya, James hari Selasa.

Penguasa media Rupert Murdoch mengatakan sedih dengan skandal peretasan telepon yang melanda operasi persnya di Inggris namun menambahkan secara pribadi ia tidak bertanggung jawab akan hal itu.

Murdoch yang berusia 80 tahun itu menjawab pertanyaan-pertanyaan komisi penyelidik parlemen hari Selasa bersama anak laki-lakinya James, wakilnya di perusahaan media global, News Corporation. Murdoch menyebut kesaksiannya yang pertama kali di hadapan Parlemen “hari yang paling membuatnya sedih dalam hidupnya”

Namun ketika ditanya apakah ia bertanggung jawab secara pribadi “atas kehebohan itu” ia dengan tegas menjawab tidak.

Ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab, Murdoch menyalahkan “orang-orang yang ia percaya menjalankan usaha itu ditambah mungkin orang-orang yang dipercaya orang kepercayaannya ”

Ayah dan anak itu menjawab pertanyaan selama lebih dari dua jam. Sidang dengar itu sempat terhenti sebentar ketika seseorang yang berada di ruang itu tiba-tiba menuju meja dimana Murdoch dan anak lelakinya duduk , berupaya menyerang Rupert Murdoch dengan sepiring krim pencukur. Istri Rupert Murdoch, Wendi Deng yang duduk dibelakangnya, melompat dan mengayunkan tangan kanannya kepada penyerang itu untuk melindungi suaminya. Petugas keamanan dengan cepat menangkap penyerang itu.

Dalam kesaksian mereka, Murdoch dan anak lelakinya berkali-kali minta maaf atas ribuan peretasan telepon oleh para wartawan tabloid News of the World yang baru-baru ini ditutup setelah 168 tahun terbit. Rupert Murdoch mengatakan “benar-benar terkejut, dan malu” ketika dua minggu lalu mengetahui seorang wartawan tabloid itu meretas telephone genggam Milly Dowler, anak sekolah yang mati dibunuh.

Salah satu koran London yang bukan milik Murdoch mengatakan beberapa karyawan Murdoch berusaha meretas telepon korban serangan teroris 2001 di Amerika. Namun Murdoch mengatakan perusahaannya “tidak melihat bukti” itu terjadi dan yakin FBI juga tidak menemukannya dalam tahap pertama penyelidikannya.

Murdoch mengatakan “ ia tidak yakin itu terjadi pada siapapun di Amerika.

Anak lelaki Murdoch mengatakan kepada panel Parlemen itu bahwa ia dan ayahnya “sangat menyesal” atas peretasan telepon itu dan mengatakan prilaku itu tidak “memenuhi standar” perusahaan mereka News Corporation. Ia mengatakan mereka bertekad untuk “meluruskan hal itu”.

Kedua Murdoch mengatakan terkejut akan lingkup kesalahan itu dan sering mengatakan mereka tidak mengetahui rinciannya sampai mereka dilibatkan dalam sejumlah penyelidikan yang dilakukan jajaran eksekutifnya dan polisi.

Ketika ditanya mengenai seorang wartawan yang ditangkap, Rupert Murdoch menjawab keras saya “tidak mengenalnya”. Ia mengatakan alasan kelemahan pengetahuannya karena News of The World merupakan kurang dari satu persen dari seluruh operasi perusahaannya di dunia.

Ia mengatakan baru mengetahui bahwa perusahaan itu membayar ganti rugi dalam jumlah besar kepada korban peretasan telepon. Dalam satu kasus pembayaran itu mencapai 1,1 juta dolar.

Mobil Rupert Murdoch dikepung juru foto ketika ia tiba dua jam lebih awal menjelang kesaksiannya. Anggota parlemen sudah menginterogasi pejabat-pejabat kepolisian London mengenai hubungan dekat mereka dengan bekas anggota redaksi dan wartawan perusahaan Murdoch di Inggris termasuk News of the World.

XS
SM
MD
LG