Tautan-tautan Akses

Mungkinkah Darah Penyintas Ebola Bantu Pasien?


Direktur WHO Margaret Chan berbicara mengenai Ebola (3/9) di Washington.

Direktur WHO Margaret Chan berbicara mengenai Ebola (3/9) di Washington.

Menggunakan darah penyintas adalah salah satu pengobatan eksperimental Ebola yang dibahas pada pertemuan dua hari yang dimulai Kamis (4/9) di Jenewa.

Selagi Afrika Barat berjuang untuk membendung wabah Ebola terbesar, beberapa ahli mengatakan pengobatan sederhana namun tidak biasa mungkin bisa membantu, yakni dengan darah penyintas.

Ada bukti-bukti beragam dalam penggunaan antibodi melawan infeksi tersebut dari darah penyintas yang sembuh dari Ebola, namun tanpa obat berlisensi atau vaksin untuk penyakit mematikan itu. Beberapa pihak mengatakan itu layak dicoba.

Menggunakan darah penyintas adalah salah satu pengobatan eksperimental Ebola yang dibahas pada pertemuan dua hari yang dimulai Kamis (4/9) di Jenewa. Lebih dari 200 ahli sedang membahas isu-isu keamanan dan efektivitas dan mempertimbangkan cara pengobatan yang mana yang harus diprioritaskan untuk diuji.

Ada sekitar setengah lusin obat dan vaksin yang sedang dikembangkan. Tidak satupun yang telah diuji secara ketat pada manusia. Pengujian awal satu vaksin dimulai minggu ini di Amerika Serikat.

XS
SM
MD
LG