Tautan-tautan Akses

MUI Tolak ISIS yang Identik dengan Teroris


MUI dan Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) yang merupakan gabungan dari ormas Islam di Indonesia hari Kamis (7/8) secara resmi menolak gerakan Islamic State of Irak and Syria (ISIS) di Indonesia. (VOA/Andylala)

MUI dan Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) yang merupakan gabungan dari ormas Islam di Indonesia hari Kamis (7/8) secara resmi menolak gerakan Islamic State of Irak and Syria (ISIS) di Indonesia. (VOA/Andylala)

Majelis Ulama Indonesia dan Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) yang merupakan gabungan dari organisasi masyarakat (ormas) Islam di Indonesia, menolak gerakan Islamic State of Irak and Syria (ISIS) di Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia dan Forum Ukhuwah Islamiyah yang merupakan gabungan dari organisasi masyarakat Islam di Indonesia menolak gerakan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia. Ketua Umum MUI Muhammad Din Syamsuddin di kantor pusat MUI Jakarta Kamis (7/8) menilai gerakan ini berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam.

Din Syamsuddin menjelaskan, "Begitu pula gerakan ini sangat potensial untuk menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam tidak hanya di dunia tapi juga di Indonesia. Serta gerakan ini akan menggoyahkan sendi-sendi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan kita terkait dengan Negara kesatuan republik Indonesia berdasarkan Pancasila. Maka Forum Ukhuwah Islam tadi bersepakat untuk menegaskan tekad dari ormas-ormas Islam di Indonesia untuk menolak gerakan ini."

MUI dan FUI menurut Din Syamsuddin juga sepakat bahwa gerakan ISIS bertentangan dengan prinsip ajaran Islam di Indonesia yang anti terhadap segala bentuk kekerasan.

"Antisipasi tentang kemungkinan berkembangnya gerakan ini, maka kami sampai pada satu kesimpulan bahwa ISIS ini sangat bertentangan dengan prinsip ajaran Islam. Khususnya yang menekankan kasih sayang, kerukunan dan perdamaian yang disebut dengan Islam Rahmatan lil’Alamin. Yang menjadi watak Islam di Indonesia," tegas Din.

Din Syamsuddin menambahkan, gerakan ISIS identik dengan kelompok-kelompok teror yang didukung oleh kekuatan eksternal umat Islam.

"Forum Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia mengamati dan mencermati bahwa gerakan ini adalah bagian dan kelanjutan dari gerakan serupa di dunia Islam yang menampilkan kekerasan bahkan tindakan terorisme yang tidak mustahil bahwa gerakan ini juga ikut didorong oleh kekuatan-kekuatan eksternal umat Islam," kata Din selanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah Abdullah Djaidi, mewakili organisasi masyarakat (ormas) Islam di Indonesia meminta agar umat Islam di Indonesia tidak terhasut oleh ajakan ISIS.

"Forum Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia menolak keberadaan gerakan ISIS di Indonesia. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk tidak terhasut oleh agitasi dan provokasi ISIS yang berusaha untuk menjelmakan cita-cita ISIS baik di Indonesia maupun di dunia," ujar Abdullah.

Salah satu Ketua MUI Ma'ruf Amin mengatakan, ajaran pendirian khilafah ISIS tidak sesuai dengan syariat apalagi dengan menggunakan cara kekerasan. "Ajarannya tidak dibenarkan, membangun khilafah dengan pendekatan pemaksaan kehendak, kekerasan sedangkan kita bangsa Indonesia punya komitmen demokratis tidak boleh dengan kekerasan," kata Ma'aruf.

Lebih lanjut Din Syamsuddin mengakui ISIS memanfaatkan masjid untuk pembaiatan (pengucapan sumpah setia) atau pentahbisan (penetapan) anggotanya. MUI pun menyerukan pada pengurus masjid dan musala di seluruh Indonesia waspada, jika ada anggota ISIS yang coba menyebarkan pemikirannya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto memastikan pemerintah berupaya keras melakukan beberapa tindakan pencegahan berdirinya perwakilan ISIS dan penyebaran paham gerakan ISIS di Indonesia. Upaya pencegahan itu dilakukan tidak hanya oleh aparat pemerintah tetapi juga melibatkan unsur masyarakat.

"Mencegah berdirinya perwakilan-perwakilan kalaupun ada nanti dalam bentuk formal. Ataupun pengembangan paham ISIS di Indonesia. Ini oleh semua pihak. Bukan saja oleh aparat keamanan atau lembaga Negara tetapi juga oleh seluruh komponen masyarakat agama yang lain," demikian papar Djoko Suyanto.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG