Tautan-tautan Akses

MUI Jabar Imbau Warga Jangan Terlalu Takut ISIS

  • R.Teja Wulan

Sebuah spanduk berisi penolakan terhadap ISIS terpasang di pintu gerbang masuk sebuah kompleks perumahan di Bandung. (VOA/R. Teja Wulan)

Sebuah spanduk berisi penolakan terhadap ISIS terpasang di pintu gerbang masuk sebuah kompleks perumahan di Bandung. (VOA/R. Teja Wulan)

Pengamat politik internasional mengatakan ideologi ISIS berbahaya karena dapat mengubah orang menjadi radikal dan kekuatannya besar.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengimbau warga agar tidak terlalu takut dengan keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang kini sudah memasuki Indonesia karena gerakan tersebut dianggap merupakan persoalan politik Irak dan Suriah.

Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Rafani Achyar, mengatakan ISIS memang bertentangan dengan Islam karena dalam gerakannya melakukan kekerasan dan pemaksaan dan secara ideologis ISIS juga memang dapat mengancam keutuhan negara Indonesia.

Namun demikian, ujarnya, yang mengancam keutuhan eksistensi NKRI bukan hanya dari kalangan garis keras Islam, namun masih ada beberapa gerakan lain dari internal bangsa Indonesia sendiri yang justru lebih membahayakan keutuhan negara.

Oleh karena itu, menurut Rafani, masyarakat tidak perlu merasa takut berlebihan terhadap keberadaan ISIS di Indonesia.

“Jadi dalam konteks itu jangan juga kita terlalu ketakutan dengan ISIS di Indonesia ini. Waspada, hati-hati, boleh, tapi jangan diikuti dengan rasa ketakutan. Yang mengancam keutuhan eksistensi NKRI bukan hanya dari kalangan garis keras Islam, juga komunis. Kebangkitan komunis sudah terlihat nyata di kiri kanan kita," ujarnya.

Rafani menambahkan, untuk Jawa Barat pada khususnya, dirinya yakin masyarakat Jawa Barat tidak akan terpengaruh dengan keberadaan ISIS di Indonesia. Pasalnya, masyarakat Jawa Barat sudah memiliki pemahaman keagamaan yang baik, menolak radikalisme dan pemaksaan. Selain itu, masyarakat Jawa Barat juga diyakini memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

Namun, pengamat politik internasional dari Universitas Pasundan Bandung, Ade Priangani mengatakan pikiran dan ideologi ISIS berbahaya bagi masyarakat Indonesia.

Gerakan ISIS mirip dengan gerakan al-Qaida dan keberadaannya di Irak tidak terlepas dari keterlibatan aktor-aktor global, ujarnya. Itulah mengapa dalam waktu yang cukup singkat gerakan ISIS mampu menyebar dengan sangat cepat, dan kekuatan ISIS pun cukup besar karena merekrut anggota dari kalangan muslim dengan iming-iming berjihad, tambahnya.

“Saya kira yang paling berbahaya bagi masyarakat Indonesia adalah pikiran-pikirannya. Jadi dogma-dogma atau ideologi mereka yang ditanamkan. Dan bisa membentuk seseorang yang tadinya diam bisa menjadi radikal, dan itu sangat cerdas sekali. Dan tipe seperti itu, tipe perjuangan ISIS itu hampir seperti yang dilakukan oleh al-Qaida," ujar Ade.

XS
SM
MD
LG