Tautan-tautan Akses

Petinju Legendaris Muhammad Ali Meninggal dalam Usia 74 Tahun


Petinju Muhammad Ali berpose pada acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss Januari 2006 (foto: dok). Ali meninggal dunia di Phoenix, Arizona pada usia 74 tahun.

Petinju Muhammad Ali berpose pada acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss Januari 2006 (foto: dok). Ali meninggal dunia di Phoenix, Arizona pada usia 74 tahun.

Muhammad Ali, petinju legendaris Amerika, telah meninggal  dunia pada usia 74 tahun hari Jumat malam (3/6) di sebuah rumah sakit di kota Phoenix, Arizona.

Muhammad Ali, petinju legendaris Amerika, mantan juara kelas berat yang kepribadiannya telah melampaui dunia olahraga dan memikat seluruh dunia, telah meninggal dunia pada usia 74 tahun, Jumat malam (3/6) di kota Phoenix, Arizona.

Ali, yang popular dan kontroversial, sangat mendominasi dunia tinju bayaran sehingga majalah Sports Illustrated menunjuknya sebagai olahragawan Terbaik Abad ke-20. Dikenal dengan bualan, semangat dan ucapan-ucapannya, ia terkenal pernah mengatakan ia dapat “melayang seperti kupu-kupu, menyengat sepeti lebah.”

Lahir dalam keluarga seorang tukang cat di Kentucky, Ali belajar bertinju setelah preman kampungnya mencuri sepedanya. Pelatihnya mengatakan anak itu, yang pada waktu itu bernama Cassius Clay, menggabung bakat dan tekadnya.

Tahun 1964, Ali mengejutkan dan menaklukkan petinju Sonny Liston yang dianggap jauh lebih unggul, untuk merebut gelar juara dunia kelas beratnya yang pertama.

Setelah pertarungan itu, Ali bergabung dengan Nation of Islam dan mengubah namanya menjadi nama yang dihomati di seluruh dunia, Muhammad Ali. Tiga tahun kemudian ia dikecam karena tidak mau masuk wajib militer Amerika berdasarkan keyakinan agama dan tentangannya terhadap Perang Vietnam.

Ali dinyatakan pengadilan bersalah menghindari wajib militer dan menanggalkan gelar kejuaraan tinjunya, yang membuatnya tidak boleh memasuki gelanggang tinju selama tiga tahun sampai Mahkamah Agung Amerika mencabut vonis pengadilan tersebut tahun 1970.

Mantan juara tinju kelas berat itu mengalami gangguan pernafasan dan penyakit Parkinson yang diagnosa awal tahun 1980-an.

Muhammad Ali, yang pensiun dari dunia tinju tahun 1981, sudah 30 tahun menderita penyakit Parkinson. Meskipun dalam kondisi begitu, Ali tetap sibuk tampil dalam berbagai acara sampai belakangan ini, meskipun dia tidak berbicara di depan umum selama bertahun- tahun.

Kantor Berita Associated Press melaporkan bahwa orang-orang yang mengetahui kondisinya mengatakan dia mungkin menderita penyakit yang lebih parah dan menggusarkan keluarganya.

Sebelumnya, petinju legendaris Amerika Muhammad Ali menjalani perawatan di rumah sakit untuk hari kedua Jumat, setelah mengalami infeksi pernafasan.

Para dokter mengatakan penyakit Parkinson itu mungkin disebabkan oleh ribuan pukulan yang dialami Ali dalam kariernya yang membawanya ke seluruh dunia melakukan pertarungan-pertarungan tinju besar.

Dia telah dirawat di rumah sakit berkali-kali, yang paling belakangan ini awal tahun 2015 karena infeksi saluran kencing yang gawat, yang semula didiagnosa sebagai radang paru-paru.

Berita-berita bahwa ia dirawat di rumah sakit membuat banyak petinju dan lainnya mendoakan bagi kesehatannya lewat Twitter, termasuk Sugar Ray Leonard, yang meniru gaya tinju Ali.

Leonard menulis, “Doa bersama harapan kami bagi kesehatan idola, sahabat, dan tanpa diragukan, yang terbesar sepanjang masa@Muhammad Ali ! # GOAT (Greatest of All Time, red.).”

Upacara pemakaman akan diselenggarakan di kota asalnya, Louisville, Kentucky. [sp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG