Tautan-tautan Akses

Mubarak Kembali ke Pengadilan Setelah Sejumlah Pejabat Tinggi Dipanggil


Seorang demonstran anti-Mubarak di Kairo menempelkan sepatunya ke poster Hosni Mubarak dan anggota keluarganya (5/9).

Seorang demonstran anti-Mubarak di Kairo menempelkan sepatunya ke poster Hosni Mubarak dan anggota keluarganya (5/9).

Tim jaksa menuduh Mubarak memerintahkan pembunuhan 850 pengunjuk rasa selama pergolakan mulai akhir Januari lalu.

Seorang anggota satuan keamanan Mesir bersaksi bahwa polisi dan pasukan keamanan menggunakan senjata mereka untuk melukai dan membunuh para pemrotes di Lapangan Tahrir, Kairo.

Kantor berita pemerintah, MENA, mengatakan Isam Husni Abbas dari Kementerian Dalam Negeri memberikan pernyataan itu hari Kamis dalam sidang mantan Presiden Hosni Mubarak. Dia memberitahu pengadilan banyak orang tewas dan cedera karena petugas keamanan menggunakan senjata untuk menahan para pemrotes agar tidak menyerang kantor-kantor polisi.

Dia mengatakan sekitar 59 kantor polisi dirusak selama protes yang membuat Mubarak mengundurkan diri bulan Februari itu.

Tim jaksa mengatakan Mubarak memerintahkan pembunuhan 850 pengunjuk rasa selama pergolakan yang dimulai akhir Januari itu. Dia mengaku tidak bersalah atas tuduhan itu. Dia juga dituduh korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan.

Juga hari Kamis, para aktivis dan keluarga korban bereaksi positif terhadap berita bahwa Hakim Ahmed Refaat telah memerintahkan Marsekal Hussein Tantawi Mohamed untuk bersaksi dalam sidang tertutup hari Minggu.

Hakim telah memanggil Tantawi yang mengepalai dewan militer yang memerintah, dan beberapa pejabat tinggi lain untuk bersaksi. Mereka termasuk mantan Wakil Presiden Omar Suleiman dan Letnan Jenderal Sami Enan.

XS
SM
MD
LG