Tautan-tautan Akses

Mozambik dan Pemberontak Sepakati Pakta Perdamaian


Pemimpin partai oposisi Renamo , Afonso Dhlakama memberikan keterangan kepada media (foto: dok).

Pemimpin partai oposisi Renamo , Afonso Dhlakama memberikan keterangan kepada media (foto: dok).

Pemerintah Mozambik dan bekas pemberontak gerakan Renamo hari Senin (25/8) telah menandatangani kesepakatan perdamaian.

Pemerintah Mozambik dan bekas pemberontak gerakan Renamo telah menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran kecil yang sudah berlangsung dua tahun.

Kerusuhan telah meningkatkan kekhawatiran bahwa negara di Afrika selatan itu akan tergelincir kembali ke dalam perang saudara, dua dekade setelah Renamo dan partai yang berkuasa Frelimo mengakhiri permusuhan.

Penandatanganan ini menyusul disetujuinya UU yang memberi amnesti kepada pejuang Renamo, termasuk pemimpin kelompok itu Afonso Dhlakama, yang kembali bergerilya pada tahun 2012 setelah menuduh Frelimo memonopoli politik dan ekonomi di negara itu.

Dhlakama tidak hadir dalam upacara penandatanganan Minggu malam di ibukota, Maputo. Juru runding Renamo, Saimone Macuiane, menandatangani kesepakatan itu bersama perwakilan pemerintah Jose Pacheco.

Macuiane menyebut perjanjian itu langkah penting menuju perdamaian.

Perjanjian itu meminta agar pejuang Renamo diintegrasikan ke dalam pasukan keamanan negara. Pemilihan presiden yang dijadwalkan 15 Oktober akan berlangsung seperti yang direncanakan.

Berdasarkan konstitusi, Presiden Armando Guebuza dilarang mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, dan Dhlakama diduga akan mengejar jabatan tertinggi di Mozambik.

Renamo dikalahkan Frelimo dalam setiap pemilihan sejak perang saudara 17 tahun berakhir pada tahun 1992.

XS
SM
MD
LG