Tautan-tautan Akses

Motif Klub Bola Dunia, Trend Baru Batik di Solo

  • Yudha Satriawan

Baju-baju batik dengan motif logo berbagai klub sepakbola dunia ternama seperti Barcelona, Inter Milan, dan lainnya dipajang di salah satu toko batik di Solo (foto: Yudha Satriawan).

Baju-baju batik dengan motif logo berbagai klub sepakbola dunia ternama seperti Barcelona, Inter Milan, dan lainnya dipajang di salah satu toko batik di Solo (foto: Yudha Satriawan).

Para pengusaha Batik di Solo mengubah kesan batik yang kuno, dengan memproduksi motif-motif baru yang disukai anak muda dan tak ketinggalan jaman.

Batik selalu identik dengan kesan tua, kuno, ketinggalan jaman, dan tak disukai anak muda. Pengusaha Batik di Solo mengubah kesan batik tersebut menjadi batik yang disukai anak muda dan tak ketinggalan jaman. Motif batik baru di Solo ini digemari anak muda penggemar sepakbola.

“Ini yang ukuran XL ada ?
"Oh sebentar saya cari stoknya dulu ya....”

Demikian suasana di salah satu toko yang menjual batik dengan motif klub bola dunia. Ratusan baju batik warna warni terpajang di berbagai sudut pusat batik di kota Solo, Pasar Klewer maupun Kampung Batik setempat, Kamis siang (3/5).

Bila diamati lebih jauh, motif batik tersebut berbeda dengan batik pada umumnya. Logo berbagai klub sepakbola terpasang disela-sela motif batik itu. Ada klub sepak bola dari Liga Inggris, Liga Italia, Liga Jerman, dan Liga Spanyol.

Salah seorang pengusaha batik di Solo, Rahardjo mengatakan motif batik tersebut menjadi trend baru batik yaitu Batik motif klub sepak bola dunia.

Menurut Rahardjo, motif baru tersebut menggabungkan logo sepak bola di dunia dengan motif batik tradisional.

“Kita ingin mengenalkan batik ada anak-anak muda jaman sekarang. Banyak anak muda tak mau memakai batik. Makanya kita mencoba membuat motif klub sepak bola ke dalam motif batik, biar anak muda yang suka sepakbola mau memakainya. Seringkali anak muda enggan memakai batik karena dianggap sudah tua atau kuno.kita masukkan logo klub bola ke dalam motif batik supaya anak muda memakainya," ujarnya.

Rahardjo menambahkan, "Kalau di sini motif lumayan komplit. Ada AC Milan, Inter Milan, Juventus, Barca (Barcelona), Real Madrid, Manchester United, Chelsea, Arsenal, Liverpool, Manchester City, dan sebagainya.”

Rahardjo berharap batik tetap menjadi primadona khas Solo yang digemari anak muda dan tak ketinggalan jaman.

Sementara itu, salah seorang pemakai baju batik motif klub sepak bola tersebut, Honggo Wisnubroto mengaku tertarik dengan batik tersebut.

“Batik bola yang saya punya ada logo klub Inter Milan. Saya kan fans Inter Milan.Itu batik unik, dari koleksi batik saya, motif Inter Milan di batik itu yang saya anggap menarik.saya suka. Saya pikir trend yang kreatif dan inovatif menggabungkan sisi tradisional dan lokal berupa motif batik dengan trend klub sepak bola dunia,” demikian tutur Honggo Wisnubroto.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG