Tautan-tautan Akses

Moskow Kecam Rencana NATO Perkuat Pertahanan di Eropa Timur dan Baltik


Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam konferensi pers dengan Presiden Polandia Andrzej Duda di Warsawa (30/5). (AP/Alik Keplicz)

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam konferensi pers dengan Presiden Polandia Andrzej Duda di Warsawa (30/5). (AP/Alik Keplicz)

Seorang utusan Rusia untuk NATO di Brussels menuduh kelompok itu beralih ke metode Perang Dingin.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg hari Senin (30/5) mengatakan "KTT penting" mendatang akan meningkatkan eksistensi aliansi itu untuk membela diri dan menangkal musuh di Eropa Timur dan Baltik. Dia mengunjungi Polandia menjelang KTT NATO di Warsawa.

Sementara itu, pertemuan Majelis Parlemen NATO di ibukota Albania, Tirana, meminta agar anggota-anggota aliansi itu memperkuat dukungan kepada anggota di selatan dan timur yang merasa keamanan mereka terancam. Seorang utusan Rusia untuk NATO di Brussels menuduh kelompok itu beralih ke metode Perang Dingin.

Rusia telah melakukan latihan militer di beberapa daerah, termasuk yang berbatasan dengan Polandia dan negara-negara Baltik. Para pejabat mengatakan pasukan militer sedang dilatih agar siaga penuh dalam menanggapi rencana NATO untuk mengerahkan pasukan lebih dekat ke perbatasan Rusia.

Rusia juga mengatakan akan mengerahkan pembom jarak jauh yang mampu membawa bom nuklir ke Krimea, semenanjung di Laut Hitam yang direbut dari Ukraina tahun lalu.

Stoltenberg mengumumkan bahwa aliansi itu akan menempatkan pasukan yang dirotasi di sisi timur, terutama di Polandia dan Baltik.

"Segala sesuatu yang kita lakukan bersifat defensif dan proporsional, dan itu benar-benar sejalan dengan komitmen internasional kita," ujarnya.

Moskow telah menolak argumen itu dan mengancam akan menanggapi setiap pengerahan NATO di bekas negara blok Soviet. Dalam kunjungan ke Yunani pekan lalu, Presiden Vladimir Putin mengecam NATO karena menggelar sebagian perisai rudalnya di Rumania.

"Apakah ini tidak menimbulkan bahaya bagi kami? Tentu saja iya. Jadi sekarang kami terpaksa bereaksi dengan semestinya, dan jika kemarin bagian-bagian Rumania tersebut tidak tahu bagaimana rasanya berada di daerah sasaran, hari ini kami harus mengambil langkah-langkah tertentu untuk memastikan keamanan kami," ujarnya.

Menurut Presiden Polandia Andrzej Duda, reaksi Rusia terhadap perisai misil itu sengaja dibesar-besarkan.

"Saya rasa Presiden Putin menyadari bahwa saya melihat pernyataannya sebagai komentar ritual pada situasi saat ini. Ini adalah sesuatu yang telah dibahas selama bertahun-tahun sehingga tidak lagi mengejutkan," katanya.

Pada pertemuan di Albania, Senin, ketua Majelis Parlemen NATO Mike Turner memperingatkan bahwa agresi Rusia harus dicegah.

"NATO, Uni Eropa dan bahkan Rusia bekerja sama untuk mengatasi perpecahan dan konflik di bekas Yugoslavia. Sejak itu, Moskow telah memutuskan bahwa kepentingannya lebih terjaga dengan bekerja melawan kita, bukan bekerja sama dengan kita, dan agar ada dampaknya di panggung dunia, Rusia telah bertekad untuk merongrong dan memecah belah pihak lain dan bahkan menggunakan kekuatan terhadap tetangganya."

Perwakilan Tetap Rusia untuk NATO Alexander Grushko menuduh aliansi itu beralih ke metode pertahanan era Perang Dingin. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Selasa di surat kabar Rossiyskaya Gazeta, dia mengakui bahwa "kecenderungan untuk memperburuk hubungan belum habis." [uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG