Tautan-tautan Akses

'Miss Peregrine' Duduki Puncak Box Office Amerika


Sutradara Tim Burton tiba di Los Angeles untuk mempromosikan filmnya "Frankenweenie." (Foto: Dok)

Sutradara Tim Burton tiba di Los Angeles untuk mempromosikan filmnya "Frankenweenie." (Foto: Dok)

Ini adalah pencapaian terbaik sutradara Tim Burton setelah film “Dark Shadows” tahun 2012.

Film imajinasi fantastis Tim Burton “Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children” memimpin penjualan tiket di Amerika Utara dengan perolehan mencapai US$28,6 juta.

Sementara itu, film tentang bencana ledakan kilang minyak tahun 2010 yang dipuji banyak kritikus film, “Deepwater Horizon” gagal menarik minat para penonton di Amerika, dengan hanya meraih $20,6 juta.

Keaslian cerita bisa menjadi kunci keberhasilan dan sekaligus kegagalan sebuah film. Bagi studio film 20th Century Fox, keberhasilan film “Miss Peregrine’s” adalah karena menampilkan keunikan Tim Burton mengangkat novel remaja terkenal karya Ransom Riggs ke layar lebar.

“Hal ini mengukuhkan gagasan mengapa kami membuat film yang sangat orisinal dan kreatif ini," ujar Chris Aronson, kepala urusan distribusi film Fox di dalam Amerika.

“Setidaknya saya merasa inilah yang diinginkan penonton. Ada kelelahan menonton film dengan gaya lama, cerita lama. Film ini menawarkan sesuatu yang baru," tambahnya.

Film yang menelan biaya produksi $110 juta ini membutuhkan dukungan lebih kuat supaya bisa meraih keuntungan di luar negeri. Melihat perolehan pada pemutaran perdana film ini Jumat lalu (30/9) Tim Burton sudah gembira karena film arahannya kembali masuk “box office”. Ini adalah pencapaian terbaiknya setelah film “Dark Shadows” tahun 2012.

Sementara itu film “Deepwater Horizon” yang dibintangi Mark Wahlberg dan juga menelan biaya produksi $110 juta, hanya berhasil merasih $20,6 juta pada pemutaran perdana.

Film yang diluncurkan pada Festival Film Internasional Toronto ini menghabiskan sebagian besar biaya produksinya untuk membangun replika hampir sebesar kilang minyak Deepwater Horizon sesungguhnya, supaya bisa menggambarkan suasana ledakan pada April 2010 yang menewaskan 11 orang dan menimbulkan kebocoran jutaan barel minyak ke Teluk Meksiko.

Perolehan film itu menimbulkan pukulan bagi Lionsgate yang sedang berjuang keras menemukan film bagus sejak berakhirnya film saga “The Hunger Games”.

Nilai saham Lionsgate anjlok, disusul mundurnya Rob Friedman, pemimpin studio film itu, bulan lalu. Namun demikian, Lionsgate sebenarnya sedang mempersiapkan film baru arahan Damien Chazelle “La La Land”, yang akan dirilis akhir tahun ini dan diperkirakan akan menjadi favorit dalam ajang Oscar 2017.

Sepuluh film dengan perolehan terbaik akhir pekan lalu adalah :

* Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children - $28,5 juta

* Deepwater Horizon - $20,6 juta

* The Magnificent Seven - $15,7 juta

* Storks - $13,8 juta

* Sully - $8,4 juta

* Mastermind - $6,6 juta

* Queen of Katwe - $2,6 juta

* Don’t Breathe - $2,4 juta

* Bridget Jone’s Baby - $2,3 juta

* Snowden - $2 juta

XS
SM
MD
LG