Tautan-tautan Akses

Misi Berlanjut Sementara Popularitas 'Star Trek' Bertahan


Para pemeran "Star Trek Beyond." (Foto: dok.)

Para pemeran "Star Trek Beyond." (Foto: dok.)

Lima puluh tahun yang lalu, pada bulan September 1966, Star Trek lahir. Acara televisi ini menceritakan petualangan awak pesawat antariksa USS Enterprise yang sedang dalam misi eksplorasi selama lima tahun. Minggu demi minggu, seri ini mengikuti Kapten Kirk dan timnya yang berani menjelajahi dunia baru, "Where No Man had Gone Before."

Dalam kehidupan nyata, era eksplorasi ruang angkasa telah berlangsung sejak tahun 1957 dengan peluncuran Sputnik di Rusia, dan menunjukkan hasil dengan Neil Armstrong berjalan di bulan pada tahun 1969. Star Trek menggunakan bintang-bintang sebagai kanvas kosong untuk menjawab perubahan-perubahan sosial yang sangat besar pada waktu itu.

Pencipta seri ini, Gene Roddenberry, adalah pemikir progresif yang ide-idenya dianggap cukup radikal pada masa itu. Dengan mengambil tempat di antariksa, acara televisinya dengan aman membahas konsep seperti hak-hak sipil, hak-hak perempuan, kontrol populasi dan etika perang pada saat tentara Amerika bertempur di Vietnam.

Seri ini juga menunjukkan teknologi-teknologi baru yang menarik. Michael Caruso, penyelenggara festival “The Future is Here” yang disponsori oleh majalah Smithsonian di Washington DC mengatakan inovasi yang diperkenalkan seri TV itu mempengaruhi sains dalam kehidupan nyata.

"Star Trek telah mengilhami sejumlah besar teknologi baru," katanya, "Tricorder, alat yang dulu digunakan Dr. Bones untuk memeriksa makhluk asing, salah satunya benar-benar sudah ada sekarang, dan mereka sudah mengembangkan salah satunya. Banyak jenis ciptaan dan penemuan yang muncul dari Star Trek dan fiksi ilmiah lainnya."

Tapi pada tahun 60-an acara TV itu belum meraup keuntungan besar. Studio NBC menghentikan pertunjukan itu setelah tiga musim tapi masih muncul di televisi sebagai tayangan ulang di dalam dan luar negeri. Para penggemarnya suka dengan ide-ide dan implementasinya yang cerdas sehingga mereka mengajukan petisi agar seri itu dilanjutkan. Para pemain Star Trek menjadi terkenal.

William Shatner memimpin Enterprise sebagai Kapten James Tiberius Kirk yang berani dan intuitif. Perwira pertama, Mr Spock, yang diperankan dengan sempurna oleh Leonard Nimoy, adalah makhluk setengah Vulcan setengah manusia yang berpikiran logis dan berfungsi untuk mengimbangi sifat Kirk yang impulsif.

Dr. Leonard "Bones" McCoy yang berlidah tajam tapi menyentuh hati diperankan oleh Deforest Kelley sebagai pria yang selalu kesal dengan logika Mr. Spock yang dianggapnya kurang berperasaan. Insinyur Enterprise, Letnan Komandan Montgomery "Scotty" Scott, diperankan oleh James Doohan, senantiasa menyelamatkan Enterprise dan para awak pada menit-menit terakhir. Ucapan Kapten Kirk "Beam Me Up, Scotty," telah menjadi kosakata Amerika.

Pada tahun 1979, "Star Trek: The Motion Picture" dirilis di Amerika dan seluruh dunia. Pada saat itu, buah pikiran Roddenberry sudah sangat populer di seluruh dunia. William Shatner mengatakan meroketnya waralaba ini tidak pernah diantisipasikan.

"Konsep membuat lebih banyak Star Treks dalam bentuk film sudah ada. Dan setiap film mereka pikir itulah yang terakhir. Jadi tidak ada yang berpikir popularitas terus menumpuk," katanya.

Lima film Star Trek dibintangi awak asli tersebut. Tapi Star Trek sudah menitiskan seri-seri TV berbeda dan kemudian menjadi film dengan pemeran baru.

Namun, sepanjang tahun, jutaan penggemar tetap setia dengan Star Trek yang asli dan gembira ketika pembuat film dan produser J.J. Abrams menghidupkan kembali karakter-karakter asli tersebut dalam extravaganza visual tahun 2009, Star Trek. Abrams setia dengan ide-ide Roddenberry dan Chris Pine yang dipilihnya sebagai Kirk mengingatkan penonton pada kepribadian William Shatner.

Karya kedua Abrams' pada tahun 2011, "Star Trek: Into Darkness" memperkenalkan pemegang nominasi Oscar Benedict Cumberbatch sebagai penjahat Khan (aslinya diperankan olehRicardo Montalban), yang ini bisa dikatakan salah satu "orang jahat" paling ikonik dalam sejarah media visual.

Basis penggemar Star Trek yang sangat besar sekarang menikmati edisi ketiga, Star Trek: Beyond yang dibuat dalam format 3D. Sutradara Justin Lin, yang dikenal untuk karyanya “Fast and Furious,” mengarahkan Star Trek terbaru ini dan beranjak dari komitmen J.J. Abrams pada karakter-karakter asli Roddenberry. Lin mahir dalam menampilkan efek khusus yang mengesankan dan koreografi pertarungan dan perkelahian yang menakjubkan.

“Star Trek Beyond” menghasilkan $59.6 juta dalam akhir pekan pertama pemutarannya, menandakan bahwa setelah 6 seri televisi, 13 film layar lebar selama 50 tahun menjadi pokok bahasan budaya pop, Star Trek masih menjadi waralaba Hollywood yang terus bertahan. [as]

XS
SM
MD
LG