Tautan-tautan Akses

Minoritas Syiah Kehilangan Beberapa Kursi dalam Pemilu Kuwait


Seorang hakim tengah menghitung surat suara yang masuk pasca penyelenggaraan pemilu parlemen di sebuah TPS di kota Kuwait (27/7).

Seorang hakim tengah menghitung surat suara yang masuk pasca penyelenggaraan pemilu parlemen di sebuah TPS di kota Kuwait (27/7).

Hasil akhir yang dirilis Sabtu pagi (27/7) menunjukkan kandidat-kandidat Syiah memenangkan hanya delapan kursi di parlemen yang beranggotakan 50 anggota dalam pemilu parlemen Kuwait.

Para pejabat di Kuwait hari Sabtu (27/7) telah mengeluarkan hasil pemilu parlemen yang menunjukkan bahwa kelompok minoritas Syiah kehilangan lebih dari separuh kursi mereka, sementara kelompok liberal meraih kursi lebih banyak.

Hasil akhir yang dirilis Sabtu pagi menunjukkan kandidat-kandidat Syiah memenangkan hanya delapan kursi di parlemen yang beranggotakan 50 anggota, dibanding 17 kursi yang mereka raih sejak pemilu Desember lalu.

Pemilu ini adalah yang kedua dalam delapan bulan, yang diselenggarakan untuk mengganti anggota badan legislatif yang terpilih pada bulan Desember lalu, setelah pengadilan pada bulan Juni ini memutuskan bahwa pemilu sebelumnya cacat.

Kelompok oposisi Islamis dan populis utama memboikot pemilu itu setelah Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah mengurangi jumlah suara yang dapat diberikan warga dalam pemilu parlemen tersebut, dari empat menjadi satu suara.

Kelompok-kelompok oposisi mengatakan hal ini mendukung emir yang didukung Barat dan mencegah kelompok oposisi meraih mayoritas kursi di parlemen.

Para pendukung mengatakan langkah-langkah itu dirancang untuk mencegah kebuntuan politik.

Sistem politik di Kuwait ini adalah yang paling terbuka di Teluk tetapi partai Al-Sabah yang berkuasa mengontrol seluruh posisi penting dalam pemerintahan.
XS
SM
MD
LG