Tautan-tautan Akses

Militer Suriah Tingkatkan Pengawasan Pasca Penumpasan Maut

  • Margaret Besheer

Presiden Bashar al-Assad mengatakan pengiriman militer ke kota Daraa adalah untuk melindungi warga dari kawanan bersenjata yang memicu demonstrasi.

Presiden Bashar al-Assad mengatakan pengiriman militer ke kota Daraa adalah untuk melindungi warga dari kawanan bersenjata yang memicu demonstrasi.

Setelah penumpasan demonstran anti-pemerintah hari Jumat yang menewaskan 62 orang, para saksi mata mengatakan tank-tank dan helikopter Suriah kini memasuki kota Daraa.

Setelah terjadinya kekerasan dalam demonstrasi anti-pemerintah hari Jumat yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 62 orang, para saksi mata mengatakan hari Sabtu bahwa tank-tank dan helikopter pemerintah Suriah sudah memasuki kota Daraa di selatan, di mana pemberontakan dimulai enam minggu lalu.

Para saksi mata melaporkan pasukan Suriah yang didukung tank-tank merebut Masjid Agung Omari, pusat utama berlangsungnya demonstrasi anti-pemerintah

Korban tewas di Daraa nampaknya tidak dikuburkan karena penduduk tidak berani meninggalkan rumah, ketakutan dengan masuknya puluhan kendaraan militer, termasuk tank-tank dan helikopter ke kota itu.

Upaya untuk menghubungi penduduk di kota yang terkepung itu menjadi semakin sulit sejak Senin ketika pemerintah Presiden Bashar al-Assad mengirim militer untuk memadamkan demonstrasi. Tetapi, Khaled El Ekhetyar, aktivis Suriah yang tinggal di Beirut, bisa menghubungi beberapa penduduk di Daraa hari Sabtu.

Tank-tank militer Suriah dikerahkan ke kota Daraa, yang menjadi basis demonstran anti-pemerintah.

Tank-tank militer Suriah dikerahkan ke kota Daraa, yang menjadi basis demonstran anti-pemerintah.

Ia mengatakan kepada VOA bahwa menurut penduduk, kota itu sedang ditembaki. Penduduk juga mengatakan kepadanya bahwa militer Suriah juga menyerang truk-truk pendinginan yang digunakan sebagai tempat penyimpan mayat sementara.

“Mereka mengatakan militer menyerang truk-truk itu untuk menghilangkan bukti kejahatan. Karena apabila mereka bisa melenyapkan mayat-mayat itu, tidak seorangpun tahu ada yang tewas,” papar El Ekhetyar.

Ia menambahkan “Situasi kemanusiaan di sana benar-benar menyedihkan. Mereka kekurangan terigu, air, obat-obatan, bensin, bahan bakar, dan bahkan roti.”

Hari Jumat, puluhan ribu orang turun ke jalan di seluruh negeri, termasuk di ibukota Damaskus, meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah. Di beberapa tempat, pemerintah menggunakan cara-cara kekerasan untuk membubarkan demonstrasi sehingga mengakibatkan jatuhnya banyak korban.

Pemerintah Suriah menuding geng-geng bersenjata dan para penyusup memasok senjata dari Lebanon dan Irak untuk memicu demonstrasi. Rejim Assad menyatakan penindasan yang dilakukan militer adalah untuk melindungi rakyat.

Tetapi kelompok-kelompok HAM mengatakan lebih dari 500 demonstran tewas sejak pemberontakan dimulai tanggal 15 Maret. Dewan HAM PBB telah memerintahkan penyelidikan terhadap tindak kekerasan itu.

XS
SM
MD
LG