Tautan-tautan Akses

Militer Suriah Nyatakan Gencatan Senjata Sepihak 72 Jam


Pasukan Suriah melakukan patroli di Salma, provinsi Latakia (foto: dok).

Pasukan Suriah melakukan patroli di Salma, provinsi Latakia (foto: dok).

Angkatan darat Suriah telah menyatakan gencatan senjata sepihak selama 72-jam di seluruh negara itu hari Rabu (6/7), yang bertepatan dengan hari raya Idul Fitri.

Dengan merujuk pernyataan militer Suriah itu, media resmi mengatakan gencatan senjata tersebut akan berlaku dari pukul 1 pagi hari Rabu tanggal 6 Juli sampai tengah malam hari Jumat tanggal 8 Juli waktu setempat.

Pernyataan itu tidak memberi keterangan lebih jauh apakah gencatan senjata tersebut berlaku bagi tindakan militer terhadap jihadis, seperti ISIS dan cabang al-Qaida, Front al-Nusra.

Ketika berbicara kepada wartawan di Tbilisi, Georgia sebelum pertemuan puncak NATO di Warsawa, Polandia, Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menyambut baik pernyataan gencatan senjata itu dengan mengatakan bahwa ini memberi “masa tentram untuk menghormati dan merayakan Idul Fitri,” dan menambahkan mudah-mudahan ini dapat merupakan pertanda baik bagi kemungkinan masa depan.

Kerry menghimbau kepada semua pihak agar menghormatinya untuk memungkinkan penghentian beberapa lama dalam pertumpahan darah yang sedang berlangsung di negara itu.

Kerry juga mengatakan bahwa penghentian pertempuran sudah dibicarakan dalam Kelompok Pendukung Internasional Suriah, yang dipimpin bersama oleh Washington dan Moskow.

Belum ada indikasi apakah pasukan pemberontak yang menentang rejim Presiden Bashar al-Assad akan mematuhi gencatan senjata baru itu.

Usaha sebelumnya untuk melaksanakan gencatan senjata di Suriah telah gagal, demikian juga usaha diplomasi untuk mengakhiri perang saudara 5-tahun yang telah menelan lebih dari 280 ribu korban jiwa itu dan memaksa jutaan orang mengungsi dari kampung halaman mereka. [gp]

XS
SM
MD
LG