Tautan-tautan Akses

Militer Sudan Selatan dan Pemberontak Perebutkan Kota Minyak


Warga sipil bersiap untuk meninggalkan tempat tinggalnya untuk menghindari kekerasan di wilayahnya, berkumpul di depan papan yang menayangkan poster perayaan kemerdekaan Sudan Selatan yang ke-2 di Bentiu, Sudan Selatan, 20 April 2014 (Foto: dok).

Warga sipil bersiap untuk meninggalkan tempat tinggalnya untuk menghindari kekerasan di wilayahnya, berkumpul di depan papan yang menayangkan poster perayaan kemerdekaan Sudan Selatan yang ke-2 di Bentiu, Sudan Selatan, 20 April 2014 (Foto: dok).

Juru bicara militer Philip Aguer mengatakan pertempuran terjadi di kota Bentiu, di bagian utara Sudan Selatan, Senin (5/5), namun pasukan pemerintah berhasil menguasai keadaan.

Militer Sudan Selatan memerangi para pemberontak di kota kaya minyak, Bentiu, merusak harapan akan berlangsungnya pembicaraan perdamaian baru untuk mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung hampir lima bulan.

Juru bicara militer Philip Aguer mengatakan pertempuran terjadi di kota Bentiu, di bagian utara Sudan Selatan, Senin (5/5), namun pasukan pemerintah berhasil menguasai keadaan.

Bentiu jatuh ke tangan pemberontak bulan lalu. PBB menuduh pemberontak membunuh ratusan orang di kota itu berdasarkan kewarganegaraan atau etnik asal mereka. Para pemberontak membantah melakukan pembunuhan itu.

Pertempuran itu pecah hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikaat John Kerry mengunjungi Juba dalam usaha memajukan perundingan perdamaian yang mengalami kebuntuan dan berlangsung di Ethiopia.

Dalam lawatannya, Presiden Sudan Selatan Salva Kiir sepakat untuk melakukan pembicaraan langsung dengan pemimpin pemberontak Riek Machar, namun tanggal pertemuan belum ditetapkan.

Kekerasan politik dan etnik yang telah berlangsung berbulan-bulan di Sudan Selatan telah mengakibatkan ribuan orang tewas dan lebih dari 1,1 juta orang terpaksa mengungsi. Puluhan ribu di antara mereka mengungsi di pangkalan-pangkalan PBB di berbagai penjuru negara itu.
XS
SM
MD
LG