Tautan-tautan Akses

Militer Mesir Berjanji Menindak Pelaku Kekerasan Sepakbola


Jenderal Mohamed Tantawi, Pimpinan Dewan Militer Mesir (Foto: dok).

Jenderal Mohamed Tantawi, Pimpinan Dewan Militer Mesir (Foto: dok).

Jenderal Mohamed Tantawi, Pimpinan Dewan Militer Mesir akan melacak penangungjawab kekerasan pertandingan sepakbola di Port Said, Mesir Utara.

Pimpinan Dewan Militer yang berkuasa di Mesir telah berjanji untuk melacak orang-orang yang bertanggung jawab atas kekerasan dalam pertandingan sepak-bola yang menewaskan paling sedikit 74 orang dan mencederai ratusan lainnya di kota Port Said, Mesir Utara, di pantai Laut Tengah.

Jenderal Mohamed Tantawi mengatakan demikian Kamis pagi kepada saluran televisi olah raga yang dimiliki oleh Al-Ahly, salah satu dari kesebelasan yang bertanding ketika bentrokan terjadi dan klub terkuat di Mesir.

Tantawi mengatakan kerusuhan itu tidak akan mempengaruhi Mesir dan keamanannya. Ia mengatakan demikian di satu pangkalan udara sebelah timur Kairo ketika ia menyambut kedatangan para pemain tim Al-Ahly yang diterbangkan pulang ke ibukota Mesir dengan pesawat militer.

Menteri Dalam Negeri Mesir mengatakan pasukan keamanan telah menangkap 47 orang atas keterlibatan dalam kerusuhan. Mohamed Ibrahim mengatakan pencarian tersangka lain terus dilakukan. Ia mengatakan 13 ribu penonton yang mendukung tuan rumah, Al-Masry, menyerbu ke lapangan, menyerang kira-kira 1.200 pendukung Al-Ahly. Ia mengatakan pengawal keamanan berusaha turun tangan, dan ia menganggap desak-desakan sebagai penyebab jatuhnya banyak dari korban jiwa.

Gambar-gambar televisi menunjukkan polisi huru-hara di stadion sebagian besar tidak berbuat apa-apa ketika kasus paling buruk kekerasan sepakbola di Mesir itu dan yang menjatuhkan paling banyak korban jiwa di dunia sejak tahun 1996 itu terjadi.

Para aktivis berencana mengadakan rapat umum hari ini di luar Kementerian Dalam Negeri di Kairo untuk memrotes ketidak mampuan polisi menghentikan pertumpahan darah. Banyak orang berkumpul di luar klub Al-Ahly meneriakkan semboyan menentang kekuasaan militer, dan ratusan berbaris ke stasiun kereta api utama ibukota untuk menerima orang-orang yang cedera yang tiba dari Port Said.

Penduduk juga berpawai di kota pelabuhan itu Kamis pagi, mengutuk kekerasan dan menuduhnya persekongkolan militer dan polisi untuk menimbulkan kekacauan. Tank-tank dan kendaraan lapis baja angkatan darat bergabung dengan polisi meronda dekat rumah sakit dan kamar mayat. Tetapi, polisi tidak kelihatan di jalan-jalan setelah bentrokan di stadion itu dan tidak datang untuk melerai perkelahian yang menyusul.

XS
SM
MD
LG