Tautan-tautan Akses

Militer Korea Selatan Siap Cegat Misil Korea Utara


Unit artileri Tentara Korea Selatan tengah berlatih menggunakan meriam Howitzer 155 milimeter dalam latihan militer bersama tentara AS-Korsel "Foal Eagle" di dekat zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea (9/4). Pasukan AS dan Korsel bersiaga penuh menghadapi kemungkinan uji coba misil Korut yang diperkirakan akan diadakan bertepatan dengan hari kelahiran mendiang pemimpin pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, Senin mendatang.

Unit artileri Tentara Korea Selatan tengah berlatih menggunakan meriam Howitzer 155 milimeter dalam latihan militer bersama tentara AS-Korsel "Foal Eagle" di dekat zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea (9/4). Pasukan AS dan Korsel bersiaga penuh menghadapi kemungkinan uji coba misil Korut yang diperkirakan akan diadakan bertepatan dengan hari kelahiran mendiang pemimpin pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, Senin mendatang.

Pasukan Amerika dan Korea Selatan tetap dalam siaga penuh menghadapi uji coba misil Korea Utara, yang menurut para pejabat dapat terjadi setiap saat.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan hari Kamis (11/4) mengatakan mereka sudah siap sepenuhnya untuk menghadapi peluncuran Korea Utara. Seorang jurubicara, Kim Min-seok, mengatakan militer sudah siap untuk mencegat roket itu.

Kim mengatakan Seoul yakin percobaan itu dapat terjadi pada hari atau sebelum Senin, bertepatan dengan hari kelahiran mendiang pemimpin pendiri Korea Utara, Kim Il Sung. Tanggal tersebut adalah hari libur besar di negara komunis yang terkucil itu.

Pemeriksaan intelijen Amerika dan Korea Selatan memberi indikasi Korea Utara telah memindahkan beberapa misil jarak menengah ke pantai Timurnya sebagai persiapan akan percobaan untuk menunjukkan kemampuannya untuk menyerang sarana Amerika di kawasan itu.

Namun Kementerian Pertahanan Korea Selatan tidak bersedia menanggapi laporan kantor berita Jepang Kyodo - mengutip pernyataan dari pejabat pertahanan Tokyo yang tidak disebut namanya, Kamis (11/4), - yang menyatakan bahwa Pyongyang telah menempatkan peluncur misil dalam kedudukan yang diangkat, yang terlihat seperti dalam tahap persiapan uji coba.

Pasukan gabungan Amerika-Korea Selatan sudah meningkatkan tingkat kewaspadaan mereka ke “Watchcon 2,” yang memberi indikasi adanya ancaman gawat. Di Pentagon, Menteri Pertahanan Chuck Hagel memperingatkan Pyongyang agar tidak lagi mengeluarkan ancaman.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-se mengatakan kepada para anggota parlemen hari Rabu (10/4), sangat besar kemungkinan Korea Utara akan melakukan uji coba salah satu misil barunya setiap saat.

Sementara itu, para diplomat berusaha memelihara saluran komunikasi dengan Pyongyang untuk meredakan ketegangan.

Uni Eropa hari Rabu (10/4) mengatakan kepada Korea Utara mereka tidak akan menarik para diplomat mereka walaupun Korea Utara telah memperingatkan bahwa pihaknya tidak dapat menjamin keselamatan para diplomat asing setelah tanggal 10 April.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG