Tautan-tautan Akses

Militer Kenya Berhasil Amankan Somalia Selatan

  • Gabe Joselow

Militer Kenya menyatakan telah mendorong pasukan al-Shabab keluar dari Somalia selatan dalam serangkaian serangan selama seminggu ini.

Militer Kenya menyatakan telah mendorong pasukan al-Shabab keluar dari Somalia selatan dalam serangkaian serangan selama seminggu ini.

Militer Kenya mengatakan telah mengamankan lebih banyak wilayah Somalia selatan dan mendesak badan-badan bantuan untuk kembali ke negara itu guna membantu mereka yang membutuhkan.

Militer Kenya menyatakan telah mendorong pasukan al-Shabab keluar dari Somalia selatan dalam serangkaian serangan selama seminggu ini.

Kolonel Cyrus Oguna, jurubicara Pasukan Pertahanan Kenya, mengatakan 31 militan al-Shabab tewas dalam bentrokan-bentrokan terakhir, dan bahwa militer kini menguasai kota Kolbio, yang digambarkannya sebagai kubu utama al- Shabab.

Ditambahkan, dua tentara Kenya tewas dalam operasi itu, bersama tiga tentara pemerintah Somalia.

Kolonel Oguna mengatakan pasukan Kenya berhasil mendorong balik al-Shabab berkat dukungan dan informasi intelijen dari masyarakat lokal Somalia.

Pasukan Kenya masuk ke Somalia lebih dari sebulan lalu untuk mengejar militan al-Shabab yang dituding melakukan serentetan penculikan lintas-batas.

Oguna mengatakan aspek lain dari operasi itu adalah memberi bantuan kemanusiaan kepada orang-orang di daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai al-Shabab.

"Sambil kami bergerak maju, perlu ada orang untuk memberi makan penduduk yang telah kami bebaskan. Jadi, kami meminta masyarakat internasional untuk datang membawa bantuan makanan, membantu orang-orang ini yang telah bebas, tapi kelaparan," ujarnya.

Badan-badan bantuan yang beroperasi di Somalia selama ini mengecam intervensi Kenya, dan menilai hal itu menghambat tugas mereka.

Oxfam, organisasi bantuan internasional, pekan ini harus menunda program pemberian bibit dan bantuan uang tunai bagi sekitar 85.000 orang di Somalia selatan karena intervensi Kenya itu.

Presiden Kenya, Uganda, dan Pemerintahan Transisi Federal Somalia bertemu di Nairobi pekan ini untuk menjanjikan kerjasama yang lebih besar di Somalia.

Pejabat-pejabat Ethiopia juga akan mempertimbangkan penempatan pasukan untuk operasi itu.

Asisten Direktur Luar Negeri Kenya Lindsay Kiptiness mengatakan Kenya akan menyambut baik dukungan dari siapapun.

Al-Shabab berhasil mengusir invasi pasukan Ethiopia dalam 10 tahun ini. Menurut analis, kehadiran pasukan asing di Somalia bisa membantu meningkatkan dukungan bagi kelompok militan tersebut.

Kiptiness mengatakan organisasi utama negara-negara Tanduk Afrika, dikenal sebagai IGAD, akan bertemu akhir bulan untuk membahas upaya memperluas peran pasukan Uni Afrika di Somalia, yang sekarang ini terbatas pada misi penjaga perdamaian di Mogadishu.


Ia mengatakan, diharapkan ada keputusan menjelang bulan Januari yang akan memungkinkan pasukan Uni Afrika, yang disebut AMISOM, untuk memberi dukungan kepada operasi Kenya di Somalia selatan.

XS
SM
MD
LG