Tautan-tautan Akses

AS

Militer AS Mulai Tempatkan Wanita dalam Pasukan Tempur


Tentara perempuan Amerika dalam waktu dekat akan dapat bertugas dalam berbagai posisi tempur yang sebelumnya hanya untuk tentara laki-laki. Pejabat tinggi militer AS mengumumkan rencana untuk membuka kesempatan bagi tentara perempuan yang berminat mengisi posisi tersebut di Pentagon, Selasa (18/6).

Tentara perempuan Amerika dalam waktu dekat akan dapat bertugas dalam berbagai posisi tempur yang sebelumnya hanya untuk tentara laki-laki. Pejabat tinggi militer AS mengumumkan rencana untuk membuka kesempatan bagi tentara perempuan yang berminat mengisi posisi tersebut di Pentagon, Selasa (18/6).

Militer Amerika dalam waktu tiga tahun akan mulai menempatkan tentara perempuan dalam berbagai posisi khusus dalam pasukan tempur, yang sebelumnya dilarang.

Para pejabat dari empat angkatan bersenjata Amerika berkumpul di Pentagon hari Selasa untuk mengumumkan jadwal perubahan peraturan yang melarang wanita memasuki posisi yang berjumlah 200 ribu tersebut.

Seorang pejabat tinggi Pentagon, Juliet Beyler, dalam pertemuan itu menyebut pengumuman tersebut merupakan tonggak sejarah dalam militer Amerika. Dia mengatakan sasaran Pentagon adalah memastikan misi militer Amerika dilaksanakan oleh orang-orang yang paling mampu, tanpa memandang jenis kelaminnya.

Seorang jendral tertinggi Amerika, Bennet Sacolick, mengatakan masalah budaya, sosial, dan tingkah laku diperkirakan merupakan hambatan yang lebih besar daripada persyaratan kemampuan fisik wanita yang ingin memasuki satuan-satuan operasi khusus. Ia mengatakan sifat-sifat khas para personil operasi khusus sekarang ini adalah kecerdasan.

Jendral tersebut mengatakan zaman “Rambo” sudah berakhir, yang merujuk pada judul film seri yang menggambarkan seorang pahlawan perang Amerika yang mengadalkan kekuatan fisik.
XS
SM
MD
LG