Tautan-tautan Akses

Militan Serang Ruang Pengadilan di Pakistan, 11 Tewas


Seorang pengacara Pakistan menelpon di lokasi ledakan bom bunuh diri di komplek pengadilan di ibukota Islamabad, Pakistan, Senin (3/3).

Seorang pengacara Pakistan menelpon di lokasi ledakan bom bunuh diri di komplek pengadilan di ibukota Islamabad, Pakistan, Senin (3/3).

Polisi Pakistan mengatakan serangan senjata api dan bom bunuh diri hari Senin (3/3) di sebuah pengadilan di ibukota, menewaskan 11 orang, termasuk dua hakim dan sejumlah pengacara.

Polisi mengatakan 25 orang, yang sebagian besar pengacara muda, luka-luka dalam serangan hari Senin (3/3) itu di Islamabad, dan menyebutnya insiden terorisme yang terkoordinasi dengan baik. Mereka semula mengatakan 35 orang luka-luka.

Perhimpunan pengacara telah mengumumkan pemogokan di seluruh negara itu sebagai protes atas kekerasan dalam ruang pengadilan itu.

Polisi mengatakan penyelidikan awal mengenai serangan itu memberi indikasi paling sedikit dua priya melemparkan granat tangan ke khalayak ramai di ruang pengadilan lalu menghujani ruang itu dengan puluru sebelum meledakkan diri mereka.

Sementara itu di Pakistan barat-laut, ledakan menewaskan dua tentara dan melukai empat lainnya di daerah Sadokhel, daerah suku terpencil Khyber yang rusuh.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas kedua serangan itu.

Dua hari lalu Taliban Pakistan mengumumkan bahwa mereka akan mematuhi gencatan senjata satu bulan untuk memungkinkan dilanjutkannya pembicaraan dengan pemerintah.

Kekerasan terjadi beberapa jam setelah pemerintah Pakistan mengumumkan pihaknya akan mengakhiri serangan pemboman terhadap tempat-tempat yang dicurigai persembunyian militan di barat-laut negara itu sebagai tanggapan atas pernyataan gencatan senjata sepihak oleh Tehrik-e-Taliban Pakistan atau TTP.

TTP yang terlarang, persekutuan longgar organisasi-organisasi Islamis, sedang melancarkan pemberotakan berdarah di Pakistan yang telah menewaskan ribuan orang.
XS
SM
MD
LG