Tautan-tautan Akses

19 Tewas dalam Bentrokan Senjata di Chechnya


Militan sempat menduduki gedung Press House yang berlantai 10 di mana enam di antara mereka tewas akibat terbakar.

Militan sempat menduduki gedung Press House yang berlantai 10 di mana enam di antara mereka tewas akibat terbakar.

Sejumlah militan Chechnya menyerang sebuah pos pengawasan dan menduduki gedung di Grozny Kamis (4/12), menewaskan 10 polisi dan setidaknya 6 militan juga ikut tewas dalam bentrokan tersebut.

Komisi Anti-Teroris Nasional Rusia mengatakan baku tembak dengan militan Islam yang bersenjata lengkap di ibukota Chechnya, Grozny, menewaskan sedikitnya 10 polisi dan melukai 28 lainnya.

Pemimpin Chechnya yang didukung Kremlin, Ramzan Kadyrov, menulis di akun instagramnya bahwa enam militan juga telah tewas dalam pertempuran itu Kamis pagi.

Para pejabat Kremlin mengatakan militan yang mengendarai tiga mobil menyerang polisi di pos pemeriksaan Grozny sebelum menyerbu beberapa bangunan di dekatnya.

Moskow mengatakan para militan menduduki gedung Wisma Press yang berlantai sepuluh, di mana sedikitnya enam diantaranya tewas dalam kebakaran. Yang lain terjebak di dalam sekolah yang menjadi hancur.

Kadyrov mengatakan sebagian pria bersenjata itu “bersenjata sangat lengkap,” termasuk dengan peluncur granat.

Bulan Oktober lalu, lima orang polisi tewas di Grozny ketika mereka menghentikan seorang pembom bunuh diri yang mencegahnya menyerang gedung konser, dan mengakhiri satu masa yang relatif tenang di daerah Kaukasus Utara yang resah itu.

Grozny telah menjadi pusat dua perang berdarah dalam 20 tahun terakhir antara pasukan Rusia dan pemberontak Chechnya yang memperjuangkan kemerdekaan dari Moskow.

Sejak tahun 2005, Chechnya telah berada di bawah kekuasaan Ramzan Kadyrov yang setia pada Kremlin.

XS
SM
MD
LG