Tautan-tautan Akses

Militan Palestina Bentrok dengan Pasukan Israel Sesaat Sebelum Gencatan Senjata


Warga Palestina membawa barang-barang miliknya sambil berjalan di reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel sebelum gencatan senjata selama 12 jam di Beit Hanoun, Jalur Gaza utara, Sabtu 26 Juli 2014.

Warga Palestina membawa barang-barang miliknya sambil berjalan di reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel sebelum gencatan senjata selama 12 jam di Beit Hanoun, Jalur Gaza utara, Sabtu 26 Juli 2014.

Militan Palestina mengalami bentrokan senjata dengan pasukan Israel sesaat sebelum gencatan senjata 12 jam berlaku di Gaza Sabtu pagi.

Seorang pejabat Hamas mengatakan pihaknya akan mematuhi gencatan senjata itu. Israel mengatakan pasukannya akan terus mencari dan menghancurkan terowongan yang digunakan militan Palestina meskipun ada gencatan senjata.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan hari Jum’at gencatan senjata itu untuk menghormati Idul Fitri. Dan untuk membawa semua pihak menelaah semua isu di belakang kekerasan maut yang sudah berminggu-minggu antara Israel dan Palestina.

Hari Kamis (24/7) John Kerry berada di Paris melanjutkan upaya menegakkan gencatan senjata permanen. Ia mengatakan seluruh dunia bertanya-tanya kapan kedua pihak akan kembali ke akal sehat.

Operasi militer darat dan udara Israel yang sudah lebih dua pekan terhadap tembakan roket Hamas dari Gaza ke dalam wilayah Israel telah menewaskan lebih dari 800 orang Palestina. Sebagian besar korban adalah penduduk sipil termasuk banyak anak-anak. Sedang di pihak Israel 32 anggota militer dan 2 warga sipilnya tewas.

Israel menuntut Gaza dijadikan kawasan bebas militer dan berkeras pihaknya berhak membela diri dari serangan roket teroris. Palestina menuntut Israel dan Mesir mencabut blokade mereka terhadap Gaza karena mencekik ekonomi Gaza dan mencegah warga Palestina di Gaza bepergian.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG