Tautan-tautan Akses

Militan Nigeria Tolak Bicara dengan Pemerintah terkait Serangan Pipa Minyak


Fasilitas minyak milik perusahaan Chevron di Niger Delta, Nigeria Selatan (foto: ilustrasi).

Fasilitas minyak milik perusahaan Chevron di Niger Delta, Nigeria Selatan (foto: ilustrasi).

Kelompok militan Niger Delta Avengers mengaku bertangungjawab atas serangkaian serangan terhadap fasilitas milik perusahaan Chevron, Shell dan ENI di Nigeria Selatan.

Sebuah kelompok pemberontak Nigeria telah menolak tawaran pemerintah untuk melangsungkan pembicaraan yang ditujukan untuk mengakhiri serangan pipa minyak yang mengacaukan produksi minyak negara itu.

Niger Delta Avengers mengatakan, melalui akun Twitter-nya hari Rabu (8/6), mereka tidak bernegosiasi dengan perwakilan pemerintah manapun.

Mereka juga mengatakan telah meledakkan sumur minyak RMP 20, milik Chevron Corporation di kawasan Warri North, pada pukul 1 pagi waktu setempat.

Avengers telah mengaku bertangungjawab atas serangkaian serangan di Nigeria Selatan terhadap fasilitas-fasilitas yang dimiliki Chevron, Shell dan ENI. Para analis mengatakan, kerusakan itu memangkas produksi minyak Nigeria hingga sedikitnya 25 persen, atau lebih dari setengah juta barel per hari.

Pemerintah Nigeria, yang sangat bergantung pada pendapatan dari minyak, mengatakan pekan ini bahwa mereka membentuk sebuah komisi untuk melangsungkan pembicaraan dengan pemberontak.

Gelombang serangan sebelumnya di Nigeria selatan berakhir pada 2009 dengan dimulainya program amnesti yang memberi imbalan uang kepada para bekas militan.

Avengers mengatakan Selasa, kelompok yang mendalangi serangan-serangan sebelumnya, yang dikenal sebagai MEND, tidak lagi eksis. Avengers mengatakan, mandat organisasi itu adalah membebaskan orang-orang di kawasan Delta Niger. [ab/as]

XS
SM
MD
LG