Tautan-tautan Akses

Militan Indonesia Buat Bom, Lebih Kuat dari Bom Bali


Rio Priatna Wibawa (23 tahun), yang dicurigai militan Islamis yang ditangkap sebelumnya pekan ini, membuat bom yang lebih kuat daripada bom yang digunakan dalam pemboman di Bali tahun 2002, yang menewaskan 202 orang (Foto: ilustrasi)

Rio Priatna Wibawa (23 tahun), yang dicurigai militan Islamis yang ditangkap sebelumnya pekan ini, membuat bom yang lebih kuat daripada bom yang digunakan dalam pemboman di Bali tahun 2002, yang menewaskan 202 orang (Foto: ilustrasi)

Juru bicara Polri, Rikwanto mengatakan bahwa Rio Priatna Wibawa (23 tahun), Sabtu (26/11), terkait dengan Bahrun Naim, seorang militan Indonesia yang bertempur sebagai laskar ISIS di Suriah.

Kepolisian Indonesia mengatakan seorang yang dicurigai militan Islamis yang ditangkap sebelumnya pekan ini, membuat bom yang lebih kuat daripada bom yang digunakan dalam pemboman di Bali tahun 2002, yang menewaskan 202 orang.

Juru bicara Polri, Rikwanto mengatakan bahwa Rio Priatna Wibawa (23 tahun), Sabtu (26/11), terkait dengan Bahrun Naim, seorang militan Indonesia yang bertempur sebagai laskar ISIS di Suriah, yang diyakini telah menginspirasi serangan di Indonesia termasuk serangan bulan Januari di ibu kota Jakarta yang menewaskan delapan orang.

Rikwanto, yang hanya mempunyai satu nama, mengatakan bahan pembuatan bom diambil dari laboratorium di rumah Wibawa di kota Majalengka, provinsi Jawa Barat. "Dengan kemampuannya, Wibawa membuat bom tiga kali lebih kuat daripada bom Bali," kata Rikwanto.

Penindakan keamanan sejak pemboman di Bali tahun 2002 yang dilakukan oleh kelompok militan Jemaah Islamiyah yang terkait dengan al-Qaida, telah menangkap ratusan orang radikal dan mengurangi kemampuan mereka melakukan serangan besar.

Tetapi ancaman baru telah muncul dari ratusan orang Indonesia yang telah pergi ke luar negeri untuk bertempur sebagai laskar ISIS dan pendukung mereka di Indonesia.

Rikwanto mengatakan Wibawa, seorang yang putus kuliah dari fakultas pertanian dan diradikalisasi oleh tulisan berapi-api ulama Aman Abdurahman, menerima dana dari orang-orang Indonesia yang di-radikalisasi yang bekerja di Arab Saudi, Malaysia, dan Taiwan, dan beroperasi dengan pengarahan Naim. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG