Tautan-tautan Akses

Buronan Teroris Serukan Pembunuhan Anggota Densus 88


Para anggota Densus 88 dalam sebuah penggerebekan di rumah yang ditempati oleh militan di Kabupaten Bandung. (Foto: Dok)

Para anggota Densus 88 dalam sebuah penggerebekan di rumah yang ditempati oleh militan di Kabupaten Bandung. (Foto: Dok)

Santoso, yang mengepalai Muhahidin Indonesia Timur, mendesak para pengikutnya untuk tidak memberi ampun pada unit anti-teror elit Detasemen Khusus (Densus 88).

Militan Islamis yang paling dicari di Indonesia, Santoso, telah mengeluarkan seruan baru untuk serangan-serangan terhadap polisi anti-teror, yang ia tuduh merupakan agen-agen Australia dan AS, menurut sebuah kelompok intelijen, Selasa (22/4).

Santoso, yang dikenal juga sebagai Abu Wardah, yang mengepalai sebuah kelompok yang disebut Muhahidin Indonesia Timur dari pegunungan di Sulawesi Tengah, mendesak para pengikutnya untuk tidak memberi ampun pada unit anti-teror elit Detasemen Khusus (Densus 88), menurut SITE Intelligence Group yang berbasis di AS.

"Racuni mereka, jika tidak dapat dibunuh dengan pedang. Jika ada senjata, bunuh mereka," ujar Santoso, seperti dikutip SITE dari video berdurasi 20 menit yang diunggah dalam forum-forum jihadis.

"Mereka penyerbu di negara ini, dan mereka ingin memurtadkan umat Islam."

Densus 88 dibentuk setelah pemboman di Bali pada 2002 yang menewaskan 202 orang, sebagian besar turis Barat.

Unit ini mendapat dukungan publik yang kuat di Indonesia setelah menewaskan beberapa ekstremis paling dicari di wilayah ini.

Namun Densus juga menghadapi tuduhan penyiksaan dan pembunuhan ilegal yang menimbulkan kekhawatiran telah memicu aksi jihadis.

Santoso, yang diduga telah membunuh sejumlah polisi, mengklaim bahwa unit tersebut adalah "tentara Australia, bukan tentara Indonesia, dan bukan pembelaa negara Indonesia."

"Mereka membela Australia dan Amerika...untuk mengacaukan sistem yang ada di Indonesia," ujarnya.

Santoso mengeluarkan seruan serupa dalam video yang diunggah ke YouTube Juli tahun lalu. (AFP)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG