Tautan-tautan Akses

Militan Al-Shabab Pindahkan Medan Perang ke Kenya

  • Mohammed Yusuf

Kelompok militan Somalia al-Shabab mengancam akan melakukan serangan lebih banyak di Kenya (foto: dok).

Kelompok militan Somalia al-Shabab mengancam akan melakukan serangan lebih banyak di Kenya (foto: dok).

Kelompok militan Somalia al-Shabab berjanji akan mengalihkan perangnya ke Kenya dengan melancarkan serangan terhadap pemerintah dan warga sipil di sana.

Kelompok militan Somalia al-Shabab telah berjanji akan mengalihkan perangnya ke Kenya dengan mengerahkan lebih banyak pejuang untuk melancarkan serangan terhadap pemerintah dan warga sipil di sana. Al-Shabab juga menyerukan warga Muslim di Kenya untuk ikut bertempur bersama mereka.

Al-Shabab hari Senin (19/5) menyergap konvoi tentara Kenya di timur laut, dekat perbatasan Somalia, menewaskan sedikitnya 10 tentara.

Berbicara hari Kamis (22/5) di kota Bardhere, Somalia, komandan al-Shabab Fuad Mohamed Khalaf mengatakan para penyerangnya adalah anak-anak muda dari Kenya.

“Kami telah melatih para pemuda dari Kenya; kami akan mengerahkan mereka ke negara mereka. Orang-orang yang kami kerahkan hari Senin dan telah menewaskan tentara kalian adalah orang-orang yang telah kalian perlakukan dengan tidak adil, dan kami akan mengirim lebih banyak lagi,” kata Khalaf.

Sebuah laporan PBB pada tahun 2011 mengatakan al-Shabab telah merekrut kira-kira 500 anak muda Kenya. Sejak itu, polisi Kenya telah menangkap puluhan tersangka yang baru direkrut dan masuk kembali ke Kenya.

Para penyidik mengatakan dua serangan baru-baru ini di Nairobi terhadap bus penumpang dan pasar lokal yang sibuk dilancarkan oleh warga Kenya.

Hari Rabu, sebuah sidang mengadili warga Kenya berusia 18 tahun, Wargue Sar. Anak muda itu didakwa memasang bom di sebuah bus penumpang awal bulan ini.

Khalaf dari al-Shabab memperingatkan pemerintah Kenya untuk bersiap menghadapi serangan lebih banyak.

Ia menambahkan, “Kami katakan kepada mereka, bersiaplah untuk diculik, akan ada lebih banyak perempuan, pemuda penyerang bunuh diri, dan Muslim yang memerangimu.”

Pekan ini, jet-jet tempur Kenya menyerang sebuah benteng al-Shabab dan tempat-tempat latihan sebagai bagian dari operasi Uni Afrika terhadap kelompok itu.

Pasukan Kenya masuk ke Somalia pada tahun 2011 untuk melawan al-Shabab. Sejak itu, Kenya telah menghadapi serangkaian serangan granat, bom dan senjata.

Yang paling parah, militan al-Shabab menewaskan lebih dari 60 orang dalam sebuah serangan di pusat perbelanjaan 'Westgate' di Nairobi tahun lalu.

Bulan lalu, para pejabat keamanan di Kenya melancarkan penumpasan untuk menangkap teroris, para simpatisan mereka dan imigran ilegal. Kelompok-kelompok HAM telah mengeluhkan operasi itu, yang menarget para imigran Somalia di perumahan Eastleigh di Nairobi.
XS
SM
MD
LG