Tautan-tautan Akses

Milisi Pro-Pemerintah dan Tentara Suriah Tewaskan 78 Sipil


Demonstran anti pemerintah membawa jenzah Yaser Raqieh yang menurut mereka dibunuh oleh pasukan keamanan Suriah di dekat Hama (5/6).

Demonstran anti pemerintah membawa jenzah Yaser Raqieh yang menurut mereka dibunuh oleh pasukan keamanan Suriah di dekat Hama (5/6).

Para aktivis Suriah mengatakan milisi pro-pemerintah dan pasukan keamanan menewaskan sedikitnya 78 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, di pusat kota Hama.

Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan milisi ‘Shabiha’ yang dipersenjati dengan senjata api dan pisau melakukan serangan itu setelah pasukan menembaki daerah itu dengan artileri. Mereka mengatakan sebagian dari orang yang tewas di desa al-Kubeir dan Maazarif tewas kena tikam dan sedikitnya 12 jenazah dibakar.

Para aktivis menyerukan penyelidikan segera terhadap kejadian tersebut. Belum ada tanggapan dari pemerintah Suriah, dan kejadian di lapangan sulit diperiksa kebenarannya karena Suriah dengan ketat membatasi akses ke media internasional.

Insiden pembunuhan baru ini terjadi kurang dari dua minggu setelah pembantaian di Houla, dimana 108 orang dibunuh – hampir setengah diantaranya adalah anak-anak. Insiden pembantaian tanggal 25 Mei itu telah memicu kemarahan internasional.

Sementara itu, para pejabat tinggi Amerika memperingatkan Suriah dan pendukungnya bahwa tindakan internasional yang lebih kuat terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dapat menyusul kecuali kalau Damaskus menunjukkan pematuhan pada usaha PBB untuk mengakhiri kekerasan.

Menteri keuangan Amerika Timothy Geithner mengatakan hari Rabu pemerintah dan sekutunya dapat segera memperketat sanksi terhadap pemerintah Suriah dan para pemimpinnya. Ia berbicara di hadapan para wakil dari 55 negara yang datang ke Washington untuk membicarakan peningkatan tekanan terhadap Assad dan dan para pejabat tinggi Suriah.
XS
SM
MD
LG