Tautan-tautan Akses

Migran Sudan Mengaku Tak Bersalah di Pengadilan Inggris


Seorang migran berusaha masuk ke dalam Channel Tunnel, terowongan antara Perancis dan Inggrisdi Calais, Perancis utara (8/8).

Seorang migran berusaha masuk ke dalam Channel Tunnel, terowongan antara Perancis dan Inggrisdi Calais, Perancis utara (8/8).

Seorang migran asal Sudan yang menyusuri Channel Tunnel, terowongan antara Perancis dan Inggris, mengaku tidak bersalah atas tuduhan-tuduhan di pengadilan Inggris.

Abdul Haroun, seorang migran asal Sudan berusia 40 tahun, tampil melalui jaringan video dari penjara hari Senin (24/8), mengajukan banding atas tuduhan unik dalam abad ke-19: "menghalangi lokomotif bersama gerbongnya karena melintasi jalur kereta api."

Berbicara melalui penerjemah bahasa Arab, Haroun mengatakan ia tidak bersalah melakukan pelanggaran itu.

Haroun ditangkap pada 4 Agustus setelah didapati berada di terowongan tersebut, dekat pintu keluar di daerah Kent. Ia diyakini telah berjalan 12 jam menyusuri rel dalam gelap sementara kereta api berkecepatan tinggi lewat.

Sebanyak 10 ribu migran dari Afrika, Timur Tengah dan negara lain tinggal di kemah-kemah kumuh dekat pintu masuk ke terowongan itu di Calais, Perancis, kota berpenduduk 70 ribu.

Eurotunnel, perusahaan yang mengoperasikan terowongan bawah laut sepanjang 50 kilometer itu, mengatakan telah memblokir lebih dari 37 ribu migran yang hendak menyeberang secara ilegal dari benua Eropa ke Inggris sejak awal tahun.

XS
SM
MD
LG