Tautan-tautan Akses

AS

Michelle Obama: Masih Ada 62 Juta Anak Perempuan yang Tidak Bersekolah

  • Henry Ridgwell

Ibu negara AS, Michelle Obama (kedua dari kiri depan) disambut meriah oleh para siswi di Mulberry School for Girls di London timur, Selasa (16/6).

Ibu negara AS, Michelle Obama (kedua dari kiri depan) disambut meriah oleh para siswi di Mulberry School for Girls di London timur, Selasa (16/6).

Ibu Negara AS Michelle Obama mengumumkan sejumlah program baru bernilai miliaran dolar supaya lebih banyak anak perempuan mendapat pendidikan.

Para siswi di Mulberry School for Girls di London timur menyambut ibu negara Amerika, Michelle Obama dengan tepukan tangan yang riuh. Michelle Obama mendapat suguhan nyanyian dan tarian, tetapi mengatakan justru ia yang merasa mendapat kehormatan bisa bertemu para siswi itu.

Dalam lawatan ke Inggris, Michelle Obama mengatakan banyaknya anak perempuan yang tidak bersekolah adalah kerugian luar biasa bagi dunia.

“Saya sangat bangga dengan semangat, ketekunan, keberanian dan keteguhan kalian. Saya amat senang kalian bekerja begitu keras untuk merampungkan pendidikan karena itu sangat penting,” kata Michelle.

Ibu Negara Amerika itu berada di Inggris untuk memperkenalkan programnya bernama “Let Girls Learn” atau “Biarkan Anak Perempuan Belajar.” Ia berbicara mengenai beragam tantangan yang dihadapi anak perempuan di seluruh dunia.

“Saya membayangkan betapa besar kerugian yang kita alami jika tidak memanfaatkan mereka. Ada sekitar 62 juta anak perempuan yang juga sama cerdas, sama berpotensi untuk berkreasi, sama berhasrat tetapi tidak punya kesempatan dan sumberdaya untuk menjadi perempuan dewasa yang berpendidikan seperti kalian,” tambah Michelle.

Michelle Obama berharap bisa membangun momentum di seluruh dunia sehingga jutaan anak perempuan bisa bersekolah. Ia mengumumkan berbagai program bernilai kira-kira 200 juta dollar yang didanai Amerika dan Inggris untuk mendorong pendidikan anak perempuan secara global.

Proyek-proyek pertamanya diarahkan pada 450.000 anak di Republik Demokratik Kongo agar masuk SD. Proyek itu juga akan dilakukan di Sierra Leone dan Liberia.

Pendidikan bagi anak perempuan penting untuk mengatasi isu-isu seperti kemiskinan dan kesehatan pada masa kehamilan, kata Rocco Blume dari yayasan amal Plan International UK.

“Anak perempuan memiliki potensi luar biasa memberi sumbangan bagi perekonomian dan kemakmuran masyarakat, tetapi seringkali terhambat di banyak bagian dunia akibat ketimpangan gender sehingga mereka tidak dapat bersekolah,” papar Blume.

Para aktivis mengatakan upaya menyediakan pendidikan bagi anak perempuan membutuhkan perubahan sikap masyarakat dan investasi. Michelle Obama mengatakan akan menghabiskan sisa waktunya sebagai ibu negara Amerika untuk menyukseskan upaya tersebut.

XS
SM
MD
LG