Tautan-tautan Akses

Michelle Obama: Pernyataan Vulgar Trump soal Perempuan Lukai Perasaan


Ibu negara AS Michelle Obama berbicara pada acara kampanye Hillary Clinton di Manchester, New Hampshire, Kamis (13/10).

Ibu negara AS Michelle Obama berbicara pada acara kampanye Hillary Clinton di Manchester, New Hampshire, Kamis (13/10).

Ibu negara AS Michelle Obama mengatakan, pernyataan dari salah satu kandidat presiden tentang perempuan dan tubuh mereka “kejam, menakutkan, dan melukai perasaan.”

Michelle Obama tidak menyebut nama Donald Trump selama sebuah pidato kampanye yang sangat emosional di New Hampshire hari Kamis (13/10), guna memberi dukungan kepada Hillary Clinton. Namun, Michelle jelas mengacu kepada tuduhan dari empat perempuan bahwa Trump menggerayangi dan memaksakan ciuman pada diri mereka.

“Ini tidak normal, ini bukan hal yang biasa,” kata Michelle Obama.

“Ini memalukan, tidak bisa ditolerir, dan terlepas dari apakah Anda Demokrat, Republik, atau Independen, perempuan tidak boleh diperlakukan seperti itu. Kita tidak boleh dilecehkan seperti itu, dan kelakuan seperti ini harus dihentikan.”

Ibu negara mengatakan, dia prihatin seorang yang berkuasa mempergunakan bahasa cabul dan berbicara seenaknya tentang perilaku seksual seperti binatang, bagaimana ini mempengaruhi generasi muda Amerika. Katanya, seluruh dunia mengacu kepada Amerika sebagai panutan untuk hak-hak perempuan dan pendidikan.

“Kalau kita punya presiden yang secara teratur melecehkan perempuan, membual tentang serangan seksual terhadap perempuan, bagaimana kita bisa mempertahankan kewibawaan kita di dunia? Bagaimana kita bisa menjadi mercu suar kebebasan, keadilan, dan respek terhadap sesama manusia?”

Trump juga secara keras membela diri terhadap tuduhan oleh perempuan-perempuan yang dimuat di New York Times, the Palm Beach Post, dan People Magazine, bahwa dia pernah menggerayangi mereka. Dia menyebut pengakuan mereka sebagai palsu.

Trump juga menuduh media Amerika sebagai sebuah kepentingan politik khusus yang bersekutu dengan pihak Clinton dalam upaya menghancurkan kampanyenya. [jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG