Tautan-tautan Akses

Penyelidik Anjurkan Pencarian Pesawat MH370 Diteruskan


Pengacara AS Blaine Gibson (kanan) dan kerabat beberapa penumpang pesawat memeriksa puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Malaysia Airlines Penerbangan MH370 di Madagascar (7/12). (Reuters/Clarel Faniry Rasoanaivo)

Pengacara AS Blaine Gibson (kanan) dan kerabat beberapa penumpang pesawat memeriksa puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Malaysia Airlines Penerbangan MH370 di Madagascar (7/12). (Reuters/Clarel Faniry Rasoanaivo)

Rekomendasi untuk memperpanjang pencarian menyusul pertemuan antara para penyelidik kecelakaan, para ahli penerbangan dan perwakilan pemerintah dari Malaysia, China dan Australia.

Para penyelidik yang mencari pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 telah merekomendasikan perpanjangan pencarian wilayah dengan tambahan 25.000 kilometer persegi, menurut Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB), Selasa (20/12).

Australia, salah satu dari tiga negara pencari, menolak rekomendasi tersebut atas dasar kurangnya "bukti yang kredibel" untuk memperpanjang pencarian, meninggalkan ketidakjelasan apakah tim-tim pencari China dan Malaysia akan membiayai pencarian yang panjang.

"Laporan tersebut tidak memberikan lokasi spesifik mengenai pesawat yang hilang sehingga kami memerlukan bukti kredibel yang mengidentifikasi lokasi spesifik pesawat untuk memperpanjang pencarian," ujar juru bicara Menteri Infrastruktur dan Transportasi Austrlia Darren Chester kepada Reuters lewat telepon.

"Kami memerlukan lebih banyak bukti saat ini," katanya.

Wilayah pencarian di bawah laut yang mencapai 120.000 kilometer persegi saat ini di bagian barat Australia di Samudera Hindia dijadwalkan selesai Januari, dengan tidak ada tanda-tanda hilangnya jet.

Pesawat MH370 hilang bulan Maret 2014 dengan 239 penumpang dan awak di dalamnya, sebagian besar warga China, saat menuju Beijing dari Kuala Lumpur. Keberadaannya telah menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia.

Rekomendasi untuk memperpanjang pencarian menyusul pertemuan bulan November antara para penyelidik kecelakaan, para ahli penerbangan dan perwakilan pemerintah dari Malaysia, China dan Australia.

"Ada keyakinan tinggi bahwa daerah pencarian bawah laut yang teridentifikasi sebelumnya sampai saat ini tidak memiliki bagian-bagian pesawat yang hilang," menurut laporan ATBS.

"Para ahli mengidentifikasi daerah dengan luas kira-kira 25.000 kilometer persegi sebagai wilayah dengan probablitas tertinggi adanya puing-puing pesawat."

Laporan tersebut mengatakan bahwa bukti baru yang didapat dari pemodelan arus laut, setelah puing-puing pesawat ditemukan sampai di pesisir timur Afrika, membantu menentukan wilayah baru tersebut.

Wilayah baru itu ada di utara zona pencarian saat ini yang telah menjdi fokus pencarian berbiaya US$145 juta sejauh ini. Hal ini berarti akan menjadi perpanjangan pencarian kedua.

Charitha Pattiaratchi, profesor oseanografi pesisir di University of Western Australia, mengatakan pesawat itu dapat berlokasi di bagian utara wilayah baru tersebut. [hd]

XS
SM
MD
LG