Tautan-tautan Akses

Meksiko Resmikan Laboratorium Baru untuk Produksi Vaksin Flu


Meksiko menjadi pusat penyebaran flu babi tahun lalu. Penemuan vaksin sukses mencegah penyebaran lebih luas flu tersebut dan WHO menyatakan epidemi tersebut resmi berakhir pada bulan Agustus 2010.
Meksiko menjadi pusat penyebaran flu babi tahun lalu. Penemuan vaksin sukses mencegah penyebaran lebih luas flu tersebut dan WHO menyatakan epidemi tersebut resmi berakhir pada bulan Agustus 2010.

Presiden Mexico Felipe Calderon berharap dengan laporatorium ini, Meksiko akan lebih siap dalam menghadapi epidemi flu besar lainnya.

Para pejabat Meksiko secara resmi membuka laboratorium bernilai 140 juta dolar yang dimaksudkan untuk memproduksi vaksin influenza.

Fasilitas tersebut dibuka secara resmi Jumat di Ocoyoacac, dekat Mexico City. Perusahaan farmasi perancis Sanofi Pasteur membangun dan akan mengoperasikan laboratorium dan pabrik baru ini.

Dalam pernyataan tertulis, Sanofi Pasteur mengatakan, laboratorium itu diharapkan akan memproduksi sedikitnya 25 juta dosis vaksin flu setahun. Vaksin itu akan diproduksi secara bekerjasama dengan perusahaan vaksin pemerintah yang kemudian akan mendistribusikannya.

Ketika membuka fasilitas tersebut pada Jumat, Presiden Mexico Felipe Calderon mengatakan laporatorium itu akan memungkinkan Meksiko untuk lebih siap dalam menghadapi epidemi flu besar lainnya. Tahun lalu, flu babi melanda Meksiko. Flu babi yang diakibatkan virus H1N1 ini menewaskan lebih dari 18.000 orang, tak hanya di Meksiko, tapi juga di di 213 negara lainnya.

XS
SM
MD
LG