Tautan-tautan Akses

Meski Sudah Minta Maaf Lewat Video, Petinggi-Petinggi Partai Republik Marah pada Trump


Dalam gambar yang diambil dari video ini, kandidat Presiden AS, Donald Trump, menyambut para pendukungnya di luar gedung Trump Tower miliknya (8/10). New York, New York. (foto: AP Photo/Ezra Kaplan)

Dalam gambar yang diambil dari video ini, kandidat Presiden AS, Donald Trump, menyambut para pendukungnya di luar gedung Trump Tower miliknya (8/10). New York, New York. (foto: AP Photo/Ezra Kaplan)

Meski telah meminta maaf, kandidat presiden Donald Trump, tetap menuai kemarahan dari sejumlah petinggi Partai Republik terkait pernyataan kasar dan cabul yang dilontarkannya pada tahun 2005.

Kemarahan sejumlah petinggi Partai Republik terhadap calon presiden mereka – Donald Trump – terus meningkat meskipun bilyuner itu telah menyampaikan permintaan maaf pasca terungkapnya rekaman video yang berisi pernyataan-pernyataan kasar dan cabul tentang perempuan pada tahun 2005.

“Saya mengatakan hal itu,” ujar Trump lewat video yang dipasang di halaman Facebook-nya, mengakui bahwa rekaman pembicaraan 11 tahun lalu itu sebagai rekaman asli. “Saya bersalah dan saya minta maaf.”

Bilyuner itu mengatakan rekaman yang dipublikasikan luas itu seharusnya “bukan apa-apa dan hanya merupakan gangguan” pada sisa masa kampanye menjelang pemungutan suara 8 November mendatang.

Trump berbicara secara pribadi dengan pembawa acara program televisi “Access Hollywood” – Billy Bush – ketika berada di dalam bus yang dioperasikan oleh acara televisi itu. Trump yang akan tampil dalam salah satu episode drama televisi “Days of Our Lives” memakai mikrofon yang merekam semua yang dikatakannya, sejak masih di dalam bus hingga ketika bertemu bintang drama televisi itu.

Trump mengisyaratkan bahwa ia akan memusatkan perhatian kembali kepada pesaingnya, calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton, dengan mengatakan suami Hillary yaitu mantan presiden Bill Clinton telah melakukan kesalahan yang jauh lebih buruk terhadap perempuan.

“Ada perbedaan besar antara kata-kata dan tindakan yang dilakukan orang lain. Bill Clinton telah melecehkan perempuan dan Hillary telah mem-bully, menyerang, mempermalukan dan mengintimidasi korban-korban suaminya,” ujar Trump.

Istri Trump – Melania – mengatakan kata-kata suaminya “tidak dapat diterima dan ofensif,” tetapi ia berharap para pemilih Amerika akan menerima permintaan maafnya. Melania adalah istri ketiga Trump, yang baru saja dinikahinya ketika rekaman pembicaraan itu direkam tahun 2005.

Donald Trump dan Hillary Clinton dijadwalkan akan tampil dalam debat kedua dari tiga debat yang dijadwalkan pada minggu-minggu terakhir kampanye pemilu presiden Amerika. Sejumlah pakar politik dan ilmuwan memperkirakan kecaman terhadap video Trump – yang telah mendominasi diskursus politik Amerika sejak terungkap hari Jum’at (7/10) – akan berdampak negatif terhadap peluangnya dalam pemilu 8 November mendatang. [em]

XS
SM
MD
LG