Tautan-tautan Akses

Meski Rupiah Melemah, Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman


Menteri Pertanian Amran Sulaiman di kantor Kementrian Pertanian di Jakarta (Foto: VOA/Andylala)

Menteri Pertanian Amran Sulaiman di kantor Kementrian Pertanian di Jakarta (Foto: VOA/Andylala)

Kementerian Pertanian memastikan stok beras dan bahan pokok lainnya cukup, para petani dan pengusaha penggilingan padiberkomitmen untuk menjual gabah dan beras hasil panennya ke Badan Urusan Logistik/Bulog.

Di tengah melemahnya kondisi ekonomi nasional seiring dengan semakin terpuruknya nilai mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan stok ketersediaan beras dan bahan pokok lainnya cukup.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta Sabtu (29/8) menjelaskan, sesuai dengan program bersama dengan Pemerintah, para petani dan pengusaha penggilingan padi berkomitmen untuk menjual gabah dan beras hasil panennya ke Badan Urusan Logistik/Bulog.

"Alhamdulillah ada kesanggupan (dari petani) bersedia menyerahkan menjual ke Bulog totsl 1,4 juta ton beras sampai bulan September ini. Jadi insya Allah kalau ini bisa terealisasi dan berikutnya Oktober, saya kira bisa bertambah 11 juta ton, sehingga total menjadi 2,5 juta ton," kata Amran.

Mengenai potensi gagal panen atau puso, Amran mengungkapkan pihaknya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi.

"Daerah kering itu berada di selatan Khatulistiwa. Utara Khatulistuwa tidak terkena kekeringan yaitu pulau Kalimantan dan Sumatera. Kalimantan Sumatera ini punya lahan tiga juta hektar ini kita optimalkan. Daerah Jawa yang kena el nino itu ada irigasi tekhnis. Artinya sawahnya terairi setiap tahun. Itu ada 500 ribu hektar. Ini kita optimalkan juga. Dan ingat Oktober – Maret ada tambahan tanah 400 ribu hektar. Sampai hari ini total puso itu kurang lebih ada 25 – 30 ribu hektar. Artinya apa, itu cuma nol koma sekian persen dari 14 juta hektar luas lahan pertanian di Indonesia," lanjutnya.

Sementara itu untuk mengantisipasi turunnya harga bawang merah, Pemerintah melalui Bulog juga membeli semua hasil panen bawang untuk konsumsi dalam negeri dan permintaan ekspor.

"Bawang merah, harga pada posisi terendah. Sebelum bulan Ramadan itu harganya Rp 36.000 per kilo gram. Hari ini turun drastis hingga Rp 3.000 per kilogram. Sehingga Kementan dan Bulog ke lapangan. Membeli. Kami distribusi Jakarta dan ekspor, sekitar 1.500 ton. Target tiga bulan ke depan 30 ribu ton," imbuh Amran.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, TNI dari tingkat pusat sampai pelosok daerah siap bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan, melalui bantuan pendampingan terhadap petani. TNI pun lanjut Gatot, mendukung tekad pemerintah untuk tidak melakukan impor beras karena akan menyengsarakan petani.

"Jadi seluruh Babinsa diperintahkan untuk membantu petani yang ada sawahnya. Dan ini akan terus berjalan," kata Gatot Nurmantyo.

Gatot berharap, para petani mendukung program swasembada dalam upaya ketahanan pangan dengan menjual hasil panennya kepada Bulog dibanding ke tengkulak. Saat ini menurutnya, ketersediaan beras di Bulog sudah mencapai lebih dari 1,4 juta ton dan digenjot bisa mencapai 2,5 juta ton pada Oktober mendatang.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG