Tautan-tautan Akses

Meski Ekspor Turun 7%, Perdagangan Jepang Surplus


Tabung tembaga di pabrik AC Daikin Industries Ltd., di Kusatsu, prefektur Shiga, bagian barat Jepang. (Foto: Dok)

Tabung tembaga di pabrik AC Daikin Industries Ltd., di Kusatsu, prefektur Shiga, bagian barat Jepang. (Foto: Dok)

Produk Jepang kurang laku di pasar luar negeri, tetapi hal itu juga mengurangi biaya minyak dan gas impor serta komoditas lain.

Jepang melaporkan surplus neraca perdagangan pada September, meskipun ekspor turun 6,9 persen akibat turunnya permintaan akan mobil dan mesin.

Angka yang dirilis hari Senin (24/10) menunjukkan ekspor September mencapai US$57,4 miliar. Impor turun 16,3 persen dari tahun sebelumnya menjadi $52,6 milyar.

Surplus $4,8 miliar itu dibandingkan dengan defisit $18,7 miliar dolar bulan Agustus.

Neraca perdagangan Jepang umumnya merosot dalam beberapa bulan ini karena nilai yen naik terhadap dolar. Hal itu membuat produk Jepang kurang laku di pasar luar negeri, tetapi juga mengurangi biaya minyak dan gas impor serta komoditas lain.

Faktor yang lebih besar adalah terus melambatnya ekonomi di China, salah satu pasar ekspor terbesar Jepang. [ka]

XS
SM
MD
LG