Tautan-tautan Akses

Meski Diprotes, Donald Trump Tetap Mengisi Acara SNL


Trump tampil di SNL

Trump tampil di SNL

Bakal calon presiden AS dari partai Republik, Donald Trump, mengisi acara komedi televisi Saturday Night Live hari Sabtu (11/07) di tengah kecaman masyarakat.

Dalam monolognya, Trump sambil bergurau mengatakan bersedia tampil sebagai host SNL karena “tidak ada hal penting lain yang bisa dikerjakannya.” Alasan lainnya adalah ingin menunjukkan bahwa dia juga “bisa diajak bercanda,” ujarnya.

Tidak lama kemudian, monolognya diinterupsi oleh salah seorang penonton yang berteriak, “Anda rasis!”

Tetapi kejadian itu merupakan bagian dari skenario show SNL. Penonton yang menginterupsinya adalah pelawak Larry David. Dalam acara itu David bergurau, “Saya dengar apabila saya berteriak, saya akan dapat 5.000 dolar.” Imbalan itu ditawarkan oleh salah satu kelompok Hispanik yang memprotes penampilan Trump dalam acara komedi yang disiarkan secara langsung itu.

Bakal calon presiden dari partai Republik itu tetap tampil dalam SNL sesuai rencana, meskipun banyak pihak yang mendesak agar Trump dicoret dari program TV berdurasi 90 menit itu.

Beberapa jam seusai penayangannya, Trump muncul lagi di TV dan dengan percaya diri mengatakan penampilannya “disambut hangat dan mungkin akan mendapat rating yang tinggi.”

Dia juga mengatakan kepada CNN bahwa beberapa skenario terpaksa dihapuskan karena “agak berisiko,” namun Trump enggan untuk memperinci lebih jauh.

Dalam salah satu sketsa, Trump mencela dirinya sendiri yang gemar melancarkan kecaman terhadap orang-orang yang berbeda pendapat dengan dirinya lewat twitter.

Sebuah sketsa lain mengajak penonton ke tahun 2018 dan membayangkan Trump sebagai Presiden AS yang menuai kesuksesan. Ketika itu Suriah berdamai, China meminjam uang dari AS, dan puteri Trump, Ivanka Trump yang menjabat sebagai menteri urusan dalam negeri, mengumumkan akan menghias Monumen Nasional dengan emas.

Hingga kini, hanya delapan politisi yang pernah menjadi host tamu dalam serial komedi NBC yang sudah berlangsung 40 tahun. Salah seorang di antaranya, Rev. Al Sharpton, pada tahun 2003 sedang mencalonkan diri sebagai presiden. Hillary Clinton sempat tampil dalam SNL bulan lalu tetapi bukan sebagai host.

Trump memicu kemarahan bulan Juni ketika mengumumkan mencalonkan diri sebagai bakal calon presiden dari partai Republik dan menggambarkan sebagian imigran gelap asal Meksiko sebagai penjahat dan pemerkosa.

Beberapa jam sebelum acara dimulai, puluhan demonstran berpawai dari Menara Trump ke studio NBC di Rockefeller Plaza, sambil berteriak dalam bahasa Inggris dan Spanyol: "rakyat bersatu takkan terkalahkan.” Mereka juga membawa papan-papan yang bertuliskan “SNL rasis.”

Salah seorang pengunjuk rasa adalah Hazel Hernandez, 26 tahun, yang datang dari El Salvador dan kini tinggal di Brooklyn. Dia memprotes NBC yang memberi Trump panggung. “Saya seorang imigran, dan merasa marah. Saya telah tinggal di negara ini bertahun-tahun dan saya kesal karena NBC membiarkan Trump tampil,” ujarnya.

Komentar Trump musim panas lalu memicu NBC untuk mundur dari stasiun peliput Miss Universe, organisasi yang turut dimiliki Trump. NBC juga mengumumkan bahwa Trump tidak akan diajak lagi dalam program TV “The Apprentice.” Tetapi NBC tidak menjawab tuduhan bahwa stasiun TV itu telah mengubah sikapnya ataupun menanggapi protes pihak-pihak yang menentang Trump.

Trump yang blak-blakan menyambut baik kontroversi itu, dan memperkirakan itu hanya akan meningkatkan popularitasnya.

Ini bukan pertama kalinya Trump tampil sebagai host SNL. Konglomerat tersebut pernah menjadi host pada tahun 2004, beberapa bulan setelah tampil dalam "The Apprentice.'' [vm/jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG