Tautan-tautan Akses

Meski Diboikot Oposisi, Belarus Tetap Gelar Pemilu


Presiden Belarus Alexander Lukashenko bersama putra bungsunya Nikolai memasukkan surat suaranya dalam Pemilu Parlemen di sebuah kotak di TPS di Minsk, Belarus (23/9).

Presiden Belarus Alexander Lukashenko bersama putra bungsunya Nikolai memasukkan surat suaranya dalam Pemilu Parlemen di sebuah kotak di TPS di Minsk, Belarus (23/9).

Rakyat Belarus memilih parlemen baru hari Minggu (23/9) dalam Pemilu yang dinilaii 'pura-pura' oleh oposisi.

Pemungutan suara itu secara luas diperkirakan akan mempertahankan cengkeraman Presiden Alexander Lukashenko di negara itu. Partai oposisi utama menyerukan boikot pemilu. Lukashenko telah memerintah negara bekas Uni Soviet itu selama 18 tahun.

Menurut badan-badan HAM, menjelang Pemilu hari Minggu ditandai dengan penahanan aktivis oposisi.

Amerika dan Uni Eropa memberlakukan sanksi ekonomi dan perjalanan kepada pemerintah Belarus karena menindak keras kelompok-kelompok oposisi.

Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa telah mengirim lebih dari 200 pengamat ke Belarus untuk Pemilu itu, meskipun dua pemantau ditolak masuk tanpa penjelasan.
XS
SM
MD
LG