Tautan-tautan Akses

Mesir Tunjuk PM Sementara, Ikhwanul Muslimin Tolak Rencana Transisi

  • Edward Yeranian

Hazem El Beblawi – mantan ekonom dan Menteri Keuangan Mesir – telah ditunjuk menjadi Perdana Menteri sementara Mesir (9/7).

Hazem El Beblawi – mantan ekonom dan Menteri Keuangan Mesir – telah ditunjuk menjadi Perdana Menteri sementara Mesir (9/7).

Presiden sementara Mesir Adly Mansour telah menunjuk Hazem El Beblawi – mantan ekonom dan Menteri Keuangan Mesir – untuk menjadi Perdana Menteri sementara.

Presiden sementara Mesir maju terus dengan rencana bagi pemerintahan transisi meskipun ada penolakan dari Ikhwanul Muslimin dan kalangan pendukung-pendukung mantan Presiden Mohamed Morsi.

Hazem El Beblawi ditunjuk untuk mengepalai pemerintahan sementara yang baru setelah perundingan tertutup selama beberapa jam. Veto yang disampaikan Partai Salafi Al Nur terhadap beberapa kandidat lain dilaporkan memperlambat proses pemilihan tersebut.

Mohammed El Baradei – pemimpin kelompok oposisi yang juga mantan kepala Badan Energi Atom Internasional IAEA dipilih untuk menjadi wakil presiden sementara. Tetapi nominasinya itu diblokir oleh Partai Al Nur yang konservatif.

Beblawi yang sebelumnya menjabat sebagai menteri keuangan pemerintahan revolusioner pertama Mesir di bawah mantan Perdana Menteri Essam Sharaf, memiliki pengalaman luar biasa dalam berurusan dengan sekutu-sekutu Barat dan paham betul tentang masalah-masalah ekonomi.

Cadangan mata uang asing telah menyusut secara dramatis sejak tergulingnya Presiden Hosni Mubarak bulan Februari 2011. Nilai mata uang Mesir telah menyusut lebih dari 10 persen tahun ini dan sektor pariwisata yang vital kini sedang lesu.

Sementara itu, ribuan pendukung presiden terguling Mohammed Morsi ikut serta dalam apa yang disebut sebagai “demonstrasi bagi para syuhada” – yaitu pemakaman simbolis para korban penembakan di dekat kompleks militer hari Senin.

Para aktivis memimpin demonstrasi di Masjid Rouba Adawiya Kairo sambil meneriakkan slogan-slogan menentang militer Mesir dan menuntut dikembalikan posisi Morsi. Kerumunan pendukung Morsi tampak menyusut dibanding hari-hari sebelumnya, meskipun tenda-tenda telah dibangun untuk melanjutkan aksi duduk.

Para penentang Morsi di Lapangan Tahrir Kairo juga telah berkurang, ketika banyak warga Mesir kembali ke rumah untuk sahur, menjelang puasa di bulan Ramadhan yang dimulai hari Rabu.

Presiden sementara Mesir Adly Mansour menyerukan kedua pihak untuk menahan diri dan diadakannya penyelidikan independen terhadap aksi kekerasan tersebut.

Hari Senin ia juga mengeluarkan sebuah dekrit dengan mengatakan referendum akan dilangsungkan dalam waktu lima bulan untuk meratifikasi amademen konstitusi Mesir.

Tetapi pendukung Morsi di jalan-jalan hari Selasa menolak dekrit presiden sementara itu.

Adly Mansour mengatakan pemilu parlemen akan dilangsungkan dalam dua bulan dan begitu majelis bersidang maka tanggal pelaksanaan pemilu presiden akan ditentukan. Tetapi pendukung Morsi mengatakan mereka telah punya seorang presiden yaitu Mohammed Morsi.

Situasi politik Mesir masih tegang hampir seminggu setelah militer menangguhkan konstitusi yang dirancang pihak Islamis dan menggulingkan Morsi setelah demonstrasi masal menentang pemerintahannya.

Ikhwanul Muslimin dan militer terus saling menyalahkan atas kekerasan hari Senin yang menewaskan sekurangnya 51 orang. Ikhwanul Muslimin mengatakan militer melepaskan tembakan ke arah pendukung Morsi sementara pihak militer mengatakan tentara menembak hanya setelah ditembaki teroris yang hendak menerobos masuk ke markas militer di Kairo.
XS
SM
MD
LG