Tautan-tautan Akses

Mesir Pertahankan Hukuman Mati Kasus Kerusuhan Sepakbola


Seorang wanita Mesir berlari mencari tempat berlindung saat polisi anti huru-hara melemparkan batu di dekat gedung keamanan pemerintah setempat di Port Said (Foto: dok). Bentrokan polisi-pengunjuk rasa terus berlangsung, sementara pengadilan Mesir mempertahankan hukuman mati atas 21 terdakwa kasus kerusuhan sepakbola di wilayah ini.

Seorang wanita Mesir berlari mencari tempat berlindung saat polisi anti huru-hara melemparkan batu di dekat gedung keamanan pemerintah setempat di Port Said (Foto: dok). Bentrokan polisi-pengunjuk rasa terus berlangsung, sementara pengadilan Mesir mempertahankan hukuman mati atas 21 terdakwa kasus kerusuhan sepakbola di wilayah ini.

Pengadilan Mesir mempertahankan vonis hukuman mati atas 21 terdakwa dalam kasus kerusuhan sepakbola yang mematikan awal tahun ini di Port Said.

Pengadilan itu hari Sabtu (9/3) juga menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup atas lima tersangka, sementara 19 lainnya mendapat masa penjara yang lebih singkat. Duapuluh delapan lainnya dibebaskan.

Vonis hukuman mati yang dijatuhkan akhir Januari lalu itu memicu bentrokan mematikan antara kerabat para terdakwa dan polisi yang mengawal penjara tempat para terdakwa ditahan. Banyak orang cedera dalam serangkaian bentrokan yang menewaskan lebih dari 30 orang.

Kerusuhan pada akhir sebuah pertandingan sepakbola Februari tahun lalu menewaskan lebih dari 70 orang.
XS
SM
MD
LG